Senin, 04 Mei 2015

kti gambaran dukungan keluarga

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Indonesia di lingkungan ASEAN merupakan negara dengan angka kematian ibu dan perinatal tertinggi yang berarti kemampuan untuk memberikan pelayanan kesehatan masih memerlukan perbaikan yang bersifat menyeluruh dan lebih bermutu. Persalinan di Indonesia setiap tahunnya diperkirakan sekitar 5.000.000 jiwa dapat dijabarkan bahwa angka kematian ibu sebesar 15.000-15.500 setiap tahunnya (Manuaba, 2010: 3)


Menurut data survey demografi kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 Angka Kematian Ibu (AKI) 359 per 100 ribu kelahiran hidup,  Angka Kematian Bayi (AKB) 32 per 1000 kelahiran hidup. Berdasarkan kesepakatan MDG’s 2000 pada tahun 2015 diharapkan AKI menurun menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB menjadi 23 per 1000 kelahiran hidup (Depkes, 2012).
Angka kematian ibu di Provinsi Lampung dalam kurun waktu 3-5 tahun terakhir (2010-2012) mengalami kenaikan dari 135 kasus menjadi 179 kasus,  penyebab AKI pada tahun 2010 yaitu 49 kasus perdarahan, 30 eklamsi, 6 kasus infeksi, dan 48 kasus lain-lain. Kematian ibu dan penyebab AKI pada tahun 2012 yaitu perdarahan 40 kasus, eklamsi 59 kasus, infeksi 2 kasus , dan lain-lain 75 kasus (Profil Dinkes Provinsi Lampung, 2012).
Di Kabupaten Lampung Utara jumlah kasus kematian ibu berdasarkan usia pada tahun 2012 yaitu usia <20tahun 1 kasus, 20-34 tahun 9 kasus, > 35 tahun 5 kasus (Profil Dinkes Lampung Utara, 2012).
Persalinan dan kelahiran adalah kejadian fisiologi yang normal dalam kehidupan. Persalinan juga merupakan saat yang menegangkan dan menggugah emosi ibu, sehingga ibu perlu mendapat asuhan sayang ibu. (Sumaroh; Dkk, 2009:208)
                 Asuhan sayang ibu adalah asuhan yang menghargai budaya,  kepercayaan dan keinginan sang ibu. Cara yang paling mudah membayangkan mengenai asuhan sayang ibu dengan mengikut sertakan suami dan keluarga selama proses persalinan dan kelahiran bayi (JNPK-KR, 2007).
                 Masalah yang sering dijumpai adalah perpanjangan dari kelahiran bayi partus lama hal ini tidak terlepas dari faktor yang mempengaruhi persalinan. Salah satunya adalah keberadaan keluarga pada masa persalinan yang  sangat dibutuhkan untuk menenangkan kondisi mental ibu  (Harry oxorn dan William R. Forte, 2010: 603).                      
Banyak penelitian yang mendukung kehadiran orang kedua saat persalinan berlangsung. Penelitian oleh Hodnett, 1994 ; Simpkin, 1992 ; Hofmeyr, Nikodem & Wolmann, 1991; Hemminki, Virta & Koponen, 1990 yang dikutip dari Depkes tahun 2001 menunjukkan bahwa ibu merasakan kehadiran orang kedua sebagai pendamping dalam persalinan akan memberikan kenyamanan pada saat persalinan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kehadiran seorang pendamping pada saat persalinan dapat menimbulkan efek positif terhadap hasil persalinan, dapat menurunkan rasa sakit, persalinan berlangsung lebih singkat dan menurunkan persalinan dengan operasi termasuk bedah caesar (Astuti,  2006).
Motivasi sangat dibutuhkan baik dari diri sendiri maupun dari pendamping atau orang lain.    Dalam keluarga kita perlu saling memberikan motivasi satu sama lain (JNPK-KR, 2007).
Berdasarkan hasil presurvey di Klinik Pratama Rawat Inap Nur Faizha selama 3 hari terdapat 7 ibu bersalin dengan 4 didampingi keluarga dan 3 tidak di damping keluarga. Berdasarkan Fenomena-fenomena diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai gambaran dukungan peran keluarga dalam proses persalinan di Klinik Pratama Rawat Inap Nur Faizha tahun 2015.


B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana gambaran dukungan keluarga pada proses persalinan Klinik Pratama Rawat Inap Nur Faizha tahun 2015”.

C.    Tujuan Penelian
1.      Tujuan umum
Mengetahui gambaran dukungan keluarga pada proses persalinan ibu di Klinik Pratama Rawat Inap Nur Faizha tahun 2015.
2.      Tujuan Khusus
a.       Mengetahui karakteristik pemberi dukungan pada ibu bersalin
b.      Mengetahui distribusi frekuensi dukunga keluarga saat persalinan
c.       Mengetahui bentuk dukungan keluarga saat persalinan.


D.    Manfaat Penelitian
1.      Bagi Peneliti
a.    Diharapkan penelitian ini dapat menambah wawasan dan          pengalaman untuk melakukan penelitian selanjutnya
b.    Hasil peneliatian ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi penelitian dalam memberikan pelayanan kesehatan
2.      Bagi tempat penelitian
Dapat digunakan sebagai acuan untuk tenga kesehatan sehingga saat persalinan berlangsung keluarga dapat diikutsertakan dalam proses persalinan.
3.      Bagi Institusi pendidikan
Dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi mahasiswa institute kesehatan prodi keperawatan kotabumi untuk memberikan pelayanan kesehatan.


E.     Ruang Lingkup Penelitian
Jenis penelitian       : Deskriptif
Subjek                    : Keluarga ibu bersalin
Objek penelitian     : Dukungan keluarga pada proses persalinan di  Klinik Pratama Rawat Inap Nur Faizha Kotabumi Lampung Utara
Lokasi penelitian    : Di Klinik Pratama Rawat Inap Nur FaizhaKotabumi Kabupaten Lampung Utara                                                                                                                              
Waktu penelitian    : Mei 2015
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.           Persalinan
1.      Pengertian
        Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta), yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri) (Manuaba, 2010).
        Persalinan adalah rangkaian proses yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh ibu. Proses ini dimulai dengan kontraksi persalinan sejati, yang ditandai oleh perubahan progresif pada serviks dan diakhiri plasenta (Varney, 2008).

2.      Macam-macam Persalinan Menurut Manuaba (2010) adalah :
a.          Persalinan spontan
Adalah bila persalinan seluruhnya berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir.
b.         Persalinan buatan
Proses persalinan dengan bantuan tenaga dari luar.
c.          Persalinan anjuran
Partus presipaturus.



3.      Tanda-tanda Penuaan persalinan Menurut Manuaba (2010) yaitu :
a.          Terjadi lightening menjelang minggu ke-36, pada primigravida                     terjadi penurunan fundus uteri karna kepala bayi sudah masuk                      pintu atas panggul.
b.         Perut lebih melebar karna fundus uteri turun.
c.          Kesulitan saat berjalan dan sering berkemih karna kandung kemih               tertekan bagian bawah janin.
d.         Terjadi his permulaan, sifat his permulaan (palsu) adalah rasa nyeri              dibagian bawah, datangnya tidak teratur, tidak ada perubahan                    terhadap serviks atau pembawa tanda, durasinya pendek, dan tidak               bertambah bila beraktivitas.

4.      Tanda-tanda Persalinan Menurut Manuaba (2010) yaitu :
a.          Pinggang terasa nyeri yang menjalar kedepan,sifatnya teratur,                      interval makin pendek, dan kekuatannya makin besar.
b.         Pengeluaran lendir dan darah (pembawa tanda). Terjadi perdarahan             karna kapiler pembuluh darah pecah.
c.          Sebagian besar ketuban baru pecah menjelang pembukaan lengkap.
d.         Dengan his persalinan terjadi perubahan pada serviks yang                           menimbulkan pendataran dan pembukaan.

5.      Faktor-faktor yang Berperan dalam Proses Persalinan
a.          Power              : His/kontraksi otot rahim, kontraksi otot dinding                                           perut, kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan                                       mengejan, keregangan dan kontraksi ligamentum                                      rotundum.
b.         Passage           : jalan lahir lunak dan jalan lahir tulang.
c.          Pasanger         : janin dan plasenta.

6.      Tahapan Persalinan
Ada beberapa tahapan dalam persalinan, yaitu:
a.          Persalinan Kala I
Kala I adalah kala pembukaan yang berlangsung antara pembukaan nol sampai pembukaan lengkap. Pada permulaan his, kala pembukaan berlangsung tidak begitu kuat sehingga pasien masih dapat berjalan-jalan. Lamanya kala I untuk primigravida berlangsung 12 jam sedangkan multigravida 2cm/jam dengan perhitungan tersebut maka waktu pembukaan lengkap dapat diperkirakan (Manuaba, 2010)
b.         Persalinan kala II
Gejala dan tanda kala II dalam persalinan adalah:
1.      Ibu merasa ingin mengejan bersamaan dengan terjadinya kontraksi.
2.      Ibu merasakan adanya peningkatan tekanan pada rectum dan vaginanya.
3.      Perineum menonjol
4.      Meningkatnya pengeluaran lendir bercampur darah (JNPK-KR, 2007).

c.          Persalinan Kala III
Pada persalinan kala III dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit. Setelah bayi lahir uterus teraba keras dengan fundus uteri agak diatas pusat. Beberapa menit kemudian uterus berkontasi lagi untuk melepaskan plasenta (Sumarah, 2009:7).
d.         Persalinan kala IV
Kala ini dianggap perlu untuk mengamat-amati apakah ada perdarahan post partum (prawirohardjo, 2006). Pada kala IV tindakan yang dilakukan anatara lain:
1)   Perkiraan kehilangan darah secara keseluruhan
2)   Periksa kemungkinan perdarahan dari rupture (laserasi dan episiotomi) perineum.
3)   Evaluasi keadaan umum ibu
4)   Dokumentasi semua Asuhan dan temuan selama persalinan kala IV di bagian belakang patograf, segera setelah asuhan diberikan penilaian dilakukan (JNPK-KR, 2007).

B.       Asuhan Sayang Ibu
1.    Anjurkan agar ibu selalu didampingi oleh keluarga selama proses persalinan dan kelahiran bayinya. Dukungan dari suami, orang tua dan kerabat yang disukai ibu sangat diperlukan dalam menjalani proses persalinan.
Alasan : Hasil persalinan yang baik ternyata berat hubungannya dengan                  dukungan dari keluarga yang mendampingi ibu selama proses persalinan.                        (enkin, et ai, 2000)
2.    Anjurkan keluarga ikut terlibat dalam asuhan, diantaranya membantu ibu untuk mengganti posisi, melakukan rangsangan taktil, memberikan makanan dan minuman, teman bicaradan memberikan dukungan dan semangat selama persalinan dan melahirkan bayinya.
3.      Penolongan persalinan dapat memberikan dukungan dan semangat kepada ibu dan anggota keluarga dengan menjelaskan tahapan dan kemajuan proses persalinan atau kelahiran bayi kepada mreka.
4.      Tentramkan hati ibu dalam menghadapi dan menjalani kala dua persalinan.

C.    Pemenuhan kebutuhan Fisik dan Psikologis Ibu selama Persalinan Menurut Sumarah (2009) adalah :
a.     Kebersihan dan Kenyamanan
Ibu pada saat persalinan akan merasa sangat panas dan berkeringat oleh karna itu ibu akan membutuhkan kesempatan untuk mandi atau bersiram. Hal ini dapat dilakukan bila ibu masih memungkinkan untuk berjalan. Tetapi bagi ibu yang sudah tidak mungkin untuk melakukannya, maka peran tenaga kesehatan atau keluarga untuk membantuknya dengan menyeka dengan waslap yang dibasahi dengan air dingin pada muka, leher dan tangan serta bagian kemaluan dibersihkan dengan kapas lembab.


b.    Posisi
sudah aktif berproses dalam menghadapi persalinan misalnya ibu sudah senam, latihan jalan-jalan, jongkok, ibu akan menggunakan posisi tidur senyaman mungkin yang telah dilakukan selama hamil seperti jongkok, merangkak atau berdiri. Hal ini akan meningkatkan keinginan merubah posisi pada saat persalinan karna sudah dilatih pada saat hamil.
c.     Kontak fisik
Selama  proses persalinan ibu tidak suka dengan bercakap-cakap tetapi ibu akan merasa nyaman dengan kontak fisik. Keluarga hendaknya didorong untuk mau berpegangan tangan, menggosok-gosok punggungnya, menyeka wajahnya dengan air dingin menggunakan waslap atau dengan mendekapnya, atau mengelus-elus perutnya, memijat kaki atau teknik-teknik lain yang serupa.
d.    Pijatan
Ibu yang mengeluh sakit pinggang atau nyeri selama persalinan mungkin akan merasakan pijatan yang sangat meringankan keluhan.  Keluarga dapat melakukan pijatan melingkar didaerah lumbosakralis, menekan daerah lutut dengan posisi ibu duduk, atau mengelus-elus didaerah perut. Penelitian menunjukan bahwa kehadiran seorang pendamping pada saat persalinan dapat menimbulkan efek positif terhadap persalinan yang dapat menurunkan morbiditas, mengurangi rasa sakit, persalinan lebih singkat dan menurunnya persalinan dengan tindakan. (Sumarah, 2009:80).

e.       Pendamping
Dukung dan anjurkan suami dan anggota keluarga yang lain untuk mendampingi ibu selama persalinan dan proses kelahiran bayinya. Anjurkan mereka untuk berperan aktif dalam mendukung dan mengenali berbagai upaya yang mungkin membantu kenyamanan ibu. Hargai keinginan ibu untuk menghadirkan teman atau saudara yang secara khusus diminta untuk menemaninya.( Ratna, 2010:117 )

D.      Manfaat Dukungan Persalinan
a.     Memberikan rasa nyaman dan aman pada ibu dalam proses persalinan
b.     Mengurangi ketegangan dalam proses persalinan
c.     Mempercepat berlangsungnya proses persalinan
d.    Mengurangi jumlah persalinan dengan tindakan

E.       Macam-macam Dukungan Persalinan Menurut Hamilton (2012) adalah:
1.    Membantu ibu untuk rileksasi
2.    Menganjurkan ibu untuk minum dan makan-makanan ringan bila ibu                       menginginkannya
3.    Menganjurkan ibu mengatur posisi yang nyaman
4.    Membantu ibu untuk ke kamar mandi untuk BAB atau BAK
5.    Membantu ibu mengurangi rasa nyeri
6.    Membantu merangsang kontraksi uterus dengan cara memutar puting susu.
7.    Memberi dukungan dan semangat pada ibu selama proses persalinan                       berlangsung.
8.    Menjelaskan informasi dari penolong tentang proses kemajuan persalinan                dan keadaan bayi pada ibu.

F.       Kerangka kerja
Gambaran 2.1
Teori
 
Fakta:
 
Identifikasi masalah :


 
Dukungan Peran keluarga dalam Proses persalinan
                                                                                          
Penentuan metodologi penelitian :
-   Populasi : Seluruh ibu yang berslin di Klinik Pratama Rawat Inap Nur Faizha Kotabumi Lampung Utara
-   Sample : seluruh populasi yaitu 40 selama ibu bersalin.
-   Sampling : accidential sampling
-   Pengumpulan data : observasi wawancara menggunakan lembar observasi
-   Analisa data univariant :
-   P = x100%


 
 




                                                                                                                    
Hasil penelitian :
 
 














G.      Definisi operasional
Definisi operasional adalah pada variable-variable yang diamati atau diteliti untuk mengarahkan kepada pengukuran atau pengamatan terhadap Variable-variable yang bersangkutan serta pengembangan instrument atau alat ukur (Notoatmojo, 2005:46)
Tabel 2.1
Definisi operasional
Variable
Definisi operasional
Cara ukur
Alat ukur
Hasil ukur
skala
Dukungan keluarga
Bantuan yang berupa perhatian, emosi,
informasi, bantuan instrumental, maupun penilaian yang diberikan oleh keluarga kepada istri dalam peruses persalinan yang berlangsung.
Lembar observasi
Chek list
-        Tidak terdapat dukungan
-        Mendapat dukungan
Ordinal
Bentuk dukungan berupa ucapan
1.     Keluarga memberikan semangat seperti mengatakan
”semangat bu, yang kuat bu”
2.     Keluarga member dukungan spiritual untuk berdo’a,  beristiqhfar menyebutkan nama ALLAH.






Lembar observasi
Chek list
- Dilakukan bila responden melakukan tindakan (ya) pada pertanyaan salah satu lebih no 2, 6, 12.
Ordinal
1
2
3
4
5
6
Bentuk dukungan berupa sentuhan
1.       Keluarga memijat bagian tubuh ibu?
2.       Keluarga membantu merangsang kontraksi dengan cara memelintir putting susu?
3.       Keluaga massase fundus ibu segera setelah plasenta lahir?
4.       Keluarga memberikan sentuhan kasih sayang dengan cara membelai rambut saat ibu merasakan kontraksi?
5.       Keluarga mengusap ibu dengan lap dingin
Lembar observasi
Check list
Dilakukan bila responden melakukan tindakan  (ya) pada pertanyaan salah satu atau lebih no 4, 5, 7, 9 dan 11.
Ordinal
Bentuk dukungan berupa bantuan
1.       Keluarga membuat istri merasa nyaman dengan cara memberi bantal,member makan,dan minum?
2.       Membantu ibu mengurangi rasa nyeri, membantu ibu untuk kekamar mandi, BAB atau BAK
3.       Keluarga memegang istri saat mengedan agar istri memiliki pegangan?
Lembar observasi
Chek list
Dilakukan bila responden melakukan tindakan (ya) pada pertanyaan salah satu atau lebih no 8, 10, 13, 14,  dan 15
Ordinal
1
2
3
4
5
6

4.       Keluarga menjalin ikatan pada bayi seperti menggendong,  memeluk atau menyerukan adzan?
5.       Menemani ibu bernafas panjang bila terjadi kontraksi
6.       Memberitahu penolong bila ibu merasa ingin mengedan.











BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Rencana Peneliatan
     Rancangan penelitian adalah suatu rencana, Struktur dan strategi penelitian yang dimaksudkan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi (praktinya, 2010:111). Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif.

B.     Subjek Penelitian
1.      Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian atau objek yang diteliti (Notoatmodjo, 2005:79). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang berslin di Klinik Pratama Rawat Inap Nur Faizha Kotabumi Lampung Utara dengan jumlah rata-rata 40 perbulan ibu bersalin.
2.      Sample
Objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2005:79). Sampel penelitian ini adalah seluruh populasi yaitu 40 selama ibu bersalin.
3.      Teknik Sampling
Teknik pengambilan sempel yang digunakan adalah teknik penentuan sample berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sempel bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (sampling accidental).
4.      Variable penelitian
Penelitian adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri sifat atau ukuran yang memiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang suatu konsep pengertian tertentu (Soekidjo, 2005:70) variable pada penelitian ini adalah dukungan peran keluarga pada proses persalinan.

C.      Lokasi dan waktu penelitian
Penelitian ini akan dilakukan pada bulan mei 2015 di Klinik Pratama Rawat Inap Nur Faizha kotabumi Kabupaten Lampung Utara.

D.      Pengumpulan data
Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi yaitu suatu prosedur yang berencana, antara lain meliputi:  Melihat, Mendengar, dan mencatat sejumlah dan taraf aktifitas tertentu atau situasi tertentu yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti dengan acuan lembar observasi. Jadi dalam melakukan observasi bukan hanya mengunjungi, ”melihat”, atau “menonton” saja, tetapi disertai keaktifan jiwa atau perhatian khusus dan melakukan pencatatan-pencatatan. (Notoatmodjo, 2010:131).

E.       Pengolahan dan Analisa data
1.    Pengolahan
Setelah data yang diperlukan dalam penelitian ini terkumpul, maka dilakukan tahap pengolahan data sebagai berikut :

a.      Editing
Adalah pengumpulan, memeriksa daftar kuisioner dan data yang masuk.diperiksa apakah data sudah selesai dengan jumlah sample dan apakah cara pengisian sudah benar pada tahap ini, penulis melakukan penilaian terhadap data yang diperoleh kemudian diteliti apakah terdapat kekeliruan atau tidak dalam pengisiannya.
b.      Coding
Adalah mengkalsifikasikan jawaban dalam pengolahan lalu dilakukan pengkodean agar memudahkan dalam pengolahannya. Setelah dilakukan editing, Selanjutnya penulis memberikan kode tertentu pada tiap-tiap data sehingga memudahkan dalam menentukan analisis data.
c.       Tabulating
Adalah pengelompokan data yang diperoleh dalam bentuk tabel. Pada tahap ini, Jawaban-jawaban responden yang sama dikelompokan dengan diteliti dan teratur, Lalu dihitung dan dijumlahkan kemudian dalam bentuk tabel-tabel.
d.      Teknik Analisa Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data secara univariat. Analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui distribusi dan subvariabel yang diamati sehingga dapat mengetahui gambaran dari variabel. Analisis univariat untuk semua subvariable menggunakan persentase dengan formulasi :

P =  x 100 %
 
 



Keterangan :
     P          : persentase
     A         : jumlah jawaban benar
     B         : jumlah skor seluruhnya
     100%   : konstanta

     (Notoatmodjo, 2005:188)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar