Asupan atau intake suatu tindakan mengukur jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh.
Haluaran atau output adalah suatu tindakan mengukur jumlah cairan yang keluar dari tubuh.
Tujuan :
1. Menentukan status keseimbangan cairan tubuh klien
2. Menentukan tingkat dehidrasi klien
3. Memudahkan control terhadap keseimbangan cairan
4. Memberikan data untuk menunjukan efek deuretik atau terapi rehidrasi
Indikasi ;
1. Oedema
2. Turgor kulit
Kontra Indikasi :
Intake Cairan ;
Tabel kebutuhan intake cairan berdasarkan umur dan berat badan
|
NO
|
UMUR
|
BB (KG)
|
KEBUTUHAN CAIRAN
(ML/24jam)
|
|
1
|
3 hari
|
3
|
250-300
|
|
2
|
1 tahun
|
9.5
|
1150-1300
|
|
3
|
2 tahun
|
11.8
|
1350-1500
|
|
4
|
6 tahun
|
20
|
1800-2000
|
|
5
|
10 tahun
|
28.7
|
2000-2500
|
|
6
|
14 tahun
|
45
|
2200-2700
|
|
7
|
18 tahun
|
54
|
2200-2700
|
Pengaturan utama intake
cairan adalah melalui mekanisme haus. Pusat haus dikendalikan berada di
otak sedangkan rangsangan haus berasal dari kondisi rehidrasi
intraseluler,sekresi angiotension II sebagai respon dari penurunan
tekanan darah,perdarahan yang mengakibatkan penurunan volume darah:
Output cairan
Kehilangan cairan tubuh melalui 4 rute atau proses yaitu:
- Urin
Proses pembentukan urin oleh ginjal dan ekresi melalui traktus urinarius merupakan proses output cairan tubuh yang utama.
- IWL
Iwl terjadi melalui paru – paru dan kulit,melalui kulit dengan mekanisme difusi. Pada orang dewasa normal kehilangan cairan tubuh melalui proses ini berkisar antara 300 – 400 ml/hari.
- Keringat
Keringat terjadi sebagai respon terhadap kondisi tubuh yang panas,respon ini berasal dari interior hipotalumus.
- Feses
Pengeluaran
air melalui feses berkisar antara 100 – 200 ml/hari yang di atur
,melalui mekanisme reabsorpsi di dalam mukosa usus besar.
Hal – hal yang perlu di perhatikan:
- Rata-rata cairan per hari
- Air minum : 1500-2500 ml
- Air dari makanan :750 ml
- Air dari hasil oksidasi atau metabolisme :200 ml
- Rata- rata haluaran cairan per hari
- Urin : 1400 -1500 ml
- Iwl
a. Paru : 350 -400 ml
b. Kulit : 350 – 400 ml
- Keringat : 100 ml
- Feses : 100 -200 ml
- Iwl
- dewasa : 15 cc/kg BB/hari
- anak : (30-usia{tahun}cc/kgBB/hari
- jika ada kenaikan suhu :IWL = 200 (suhu badan sekarang – 36,80 C)
Peralatan :
1. Wadah ukur 1000 ml
2. Botol air ukur
3. Cangkir ukur
4. Timbangan
5. Sarung tangan tidak steril
6. Pena atau pita penanda
Prosedur :
|
NO
|
TINDAKAN
|
RASIONAL
|
|
1
|
Cuci tangan dan atur peralatan
|
Mengurangi perpindahan mikroorganisme dan meningkatkan efisiensi
|
|
2
|
Tempelkan
pada lemari es intruksi tentang pemakaian catatan asupan dan haluaran
untuk klien dan keluarga disertai demontrasi ulang. ( jika hitungan
kalori berlanjut, sebutkan tipe makanan dan cairan yang dikonsumsi
|
Menjamin catatan asupan dan haluaran yang akurat dan komplek
|
|
3
|
ASUPAN
Tempatkan gelas ukur diruangan dan minta semua cairan diukur dalam gelas tersebut sebelum diminum
|
Memastikan alat ukur yang sama, meminimalkan kesalahan pengukuran, memudahkan penghitungan asupan yang akurat
|
|
4
|
Asupan substansi semi padat harus dicata dalam presentase atau jumlah fraksi
| |
|
5
|
Ukur semua asupan oral :
- Air
: catat volume dalam botol pada pagi hari, plus cairan apapun yang
ditambahkan dan kurangi dengan sisa cairan dalam botol pada malam hari
- Batu Es : kalikan volume dengan 0.5
- Semua cairan ( jus, minuman ringan dan kaldu ) harus diukur dalam gelas atau wadah ukur.
- SUP : sebutkan cairanya dan ukur volumenya.
- Es Krim, serbat : ukur volume pada wadah atau gelas ukur.
|
Memasukan berbagai cairan yang dikonsumsi secara oral dalam penghitungan
Jika mencair volume es kira-kira setengah dari volume sebelumnya
|
|
6
|
Ukur pemberian makan per selang lambung atau nasogastrik (NG)
- Catat
volume makanan dalam botol pada pagi hari. (jumlah yang tersisa dari
24 jam sebelumya). Plus makanan apapun yang ditambahkan pada malam
hari. (biarkan makanan sebelumnya diinfuskan seluruhnya sebelum
larutan baru ditambahkan).
- Kurangi cairan yang tersisa dalam wadah pada malam hari (atau baca total penginfusan dari pompa)
- Obat oral atau NG cair harus dicampur dengan sejumlah air yang telah diukur.
|
Mempertahankan catatan yang akurat melalui asupan gastrointestinal selain oral
Menunjukan volume yang diinfuskan selama periode terakhir.
Mempertahankan pengukuran asupan dan haluaran yang lengkap
|
|
7
|
Ukur
semua asupan intravena dengan menggunakan metode yang sama seperti
nomer 6. Volume dari setiap tipe asupan yang dikonsumsi sering
dituliskan pada lembar alur ( mis. Koloid, produk darah)
|
Mempertahankan apengukuran asupan dan haluaran yang lengkap.
|
|
8
|
Jika irigasi NG dilakukan dan cairan pengirigasi dibiarkan mengalir keluar bersama isi lambung,
masukan cairan pengirigasi dalam catatan asupan di lembar alur ( atau
kurangi jumlah cairan pengirigasi dari haluaran total)
| |
|
9
|
HALUARAN
Tempatkan
gelas ukur besar sebanyak satu atau lebih (bergantung pada jumlah
drainase) diruangan. Untuk drainase dalam jumk=lah sedikit (drain luka
atau sedikit drainase NG). tempatkan gelas ukur dalam ruangan dalam
label tanda jelas : “untuk pengukuran drainase”tandai jika akan
digunakan pengukuran urin dari urinal atau jika urin harus dialirkan
ke dalam gelas ukur.
|
Mempertahankan
pengeluaran haluaran yang akurat, menstandardisasi unit pengukuran
(beberapa gelas sedikit bervariasi), mencegah ketidak cermatan
penggunakan gelas untuk mengukur asupan.
|
|
10
|
Pada
setiap akhir periode 24 jam gunakan sarung tangan dan kosongkan
drainase ke dalam gelas ukur. Metode lain pengukuran haluaran yang
mengalir adalah menandai wadah dengan strip pita sesuai ketinggian
volume drainase. Tandai ketinggian volume drainase dengan tanggal dan
waktu setiap pengukuran atau kalibrasi pada interval jumlah jam yang
diinginkan. Jika wadah hamper penuh kosongkan atau buang dang anti
dengan wadah yang baru.
|
Meminimalkan penajaman pada cairan tubuh, memungkinkan pemantauan yang berlebih
|
|
11
|
Catat jumlah dan sumber drainase terutama jika drain berasal dari sisi yang berbeda.
|
Mengidentifikasikan drainase dan sumber abnormal
|
|
12
|
Ukur haluaran dari :
- Selang NG atau gastrostomi
- Drainase ostonomi
- Drain luka
- Drainase selang dada
- Drainase urinarius atau berkemih
- Emeses
- Feses cair
- Darah
atau drainase sesorah dan diaphoresis eksterm (timbang duk atau linen
kotor dan kurangi dengan berat kering untuk memperkirakan haluaran
|
Melakukan penghitungan haluaran dari semua sumber
|
|
13
|
Jika
irigasi intermiten atau terus menerus dlakukan hitung haluaran sejati
(urinarius atau NG) dengan mengukur haluaran total dan menguranginya
dengan cairan pengirigasi total yang diinfuskan (catat hanya haluaran
sejati atau lakukan kalkulasi pada format)
|
Menghilangkan kesalahan penghitungan ganda terhadap haluaran
|
|
14
|
Pada
akhir periode 24jam biasanya pada malam hari tambahkan asupan dan
haluaran total. Laporkan penyimpanan dan asupan atau haluaran eksterm
pada dokter (mis. Jika asupan 1 sampai 2 liter lebih banyak dari
haluaran) hubungkan penanbahan berat badan dengan kelebihan asupan
cairan.
|
Menunjukan status asupan dan haluaran lebih dari 24 jam
|
|
15
|
Bersihkan gelas dan simpan dalam ruangan klien. Buang sarung tangan dan cuci tangan
(http://imam1991.blogspot.co.id/2010/05/mengukur-intake-dan-output.html)
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar