PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Sejarah perkembangankeperawatan
didunia dapat diawali pertama, sejak manusia itu di ciptakan. Diman
dasarnya manusia diciptakan memiliki naluri untuk merawat diri sendiri
sebagaimana yang dicerminkan pada seorang ibu. Naluri yang sederhana
adalah memelihara kesehatan dalam hal ini adalah menyusui anaknya
sehingga harapan pada awal perkembangan keperawatan, perawat harus
memiliki naluri keibuan kemudian bergeser kezaman purba diman zaman ini
orang masih percaya pada suatu tantangan adanya kekuatan mistis yang
dapat mempengaruhi kehidupan manusia, kepercayaan ini di kenal dengan
nama anisme, diman seseorang yang sakit dapat disebabkan karma kekuatan
alam atau pengaruh kekuatan gaib sehingga timbul keyakinan bahwa jiwa
yang jahat akan dapat menimbulkan kesakitan dan jiwa yang sehat dapat
menimbulkan keasehatan atau kesejahteraan. Pada saat itu peran perawat
sebagai ibu yang merawat keluarga yang sakit dengan memberian perawat
fisik serta mengobati penyakit dengan menghilangkan pengaruh jahat.
Kemudian dilanjutkan dengan kepercayaan dewa-dewa dimana pada masa itu
penyakit dianggap disebabkan karena kemarahan dewa sehingga kuil kuil
didirikan sebagai tempat pemujaan dan orang yang meminta kesembuhan di
kuil tersebut dengan bantuan priest physician.setelah itu perkembangn
keperawatan terus berubah dengan berubahnya zaman
BAB II
PEMBAHASAN
SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN ZAMAN KUNO
Keperawatan
lahir sejak naluriah keperawatan lahir bersamaan dengan penciptaan
manusia perkembangan keperawatan dipengaruhi dengan semakin maju
peradaban manusia maka semakin berkembang keperawatan
Perkembangan
dipengaruhi oleh :Perawatan dan pengobatan zaman purba Orang-orang pada
zaman dahulu hidup dalam keadaan primitive.Namun demikian mereka sudah
mampu sedikit pengetahuan dan kecakapan dalam merawat atau mengobati.
Pekerjaan "merawat" dikerjakan berdasarkan naluri (instink) à naluri
binatang à "mother instinct" (naluri keibuan) yang merupakan suatu
naluri dalam yang bersendi pada pemeliharaan jenis (melindungi anak,
merawat orang lemah)
Perawatan Dan Pengobatan Secara Praktis Telah Dilakukan Oleh Orang-Orang Primitive, Misalnya :
• Merawat dan mengobati luka-luka
• Menurunkan panas dengan memberikan air minum yang banyak atauperawatannya dengan menggunakan air (kompres)
• Membuka absoes dengan menggunakan batu-batu tajam
• Menhentikan pendarahan dengan menggunakan batu-batu panas
• Pemakaian tumbuh-tumbuhan sebagai pengobatan penyakit
Pengaruh
kepercayaan terhadap perawatan dan pengobatan Manusia zaman purba
menganut kepercayaan/agama "animisme" menghubungkan terjadinya penyakit
dnegan kepercayaan animisme ini, sehingga mereka beranggapan bahwa orang
menderita sakit disebabkan karena kemasukan arwah-arwah (roh-roh) itu.
Orang-orang yang menaruh perhatian terhadap tanda-tanda penyakit orang
"ahli" dalam mengambil tindakan pengobatan terhadap orang sakit. Orang
ahli tersebut kemudiajn disebut ahli obat-obatan = dukun dalam
pengobatannya dukun antara lain memperhatikan aturan-aturan sebagai
berikut :
A. Ajaran Alam
Suatu kepercayaan yang menganjurkan
bahwa alam sendiri memberikan petunjuk-petunjuk tentang obat yang akan
dipakai misalnya Luka yang berdarah di beri balutan atau kain yang
berwarna merah/daun merah. Apabila sakit kuning di beri obat minum dari
akar-akaran atau kulit tumbuhan berwarna kuning.
B.Ajaran Transmigrasi
Suatu
ajaran yang mempercayai akan adanya kekeuatanm daya pemindahan. Misal :
Pada waktu seorang wanita akan melahirkan, diberi air rendaman daun dan
membuka lebar-lebar semua pintu
Perawatan Pada Beberapa Bangsa Dan Negara
A. Mesir
Bangsa
mesir pada zaman purba telah menyembah banyak dewa. Dewa yang terkenal
antara lain Isis. Mereka beranggapan bahwa dewa ini menaruh minat
terhadap orang sakit dan memberikan pertolongan pada waktu si sakit
sedang tidur.Didirikanlah kuil yang merupakan rumah sakit pertama di
mesirKetabiban
Ilmu ketabiban terutama ilmu bedah telah dikenal oleh
bangsa mesir zaman purba (± 4800 SM). Dalam menjalankan tugasnya sebagai
tabib ia menggunakan bidai (spalk), alat-alat pembalut, ia mempunyai
pengetahuan tentang anatomi, Hygienr umum serta tentang obat-obatan.
Didalam buku-buku tertulis dalam kitab Papyrus didalamnya memuat kurang
lebih 700 macam resep obat-obatan dari Mesir
B. Babylon dan syiria
Ilmu
pengetahuan tentang anatomi dan obat-obat ramuan telah diketahui oleh
bangsa Babylon sejak beberapa abad SM. Pada salah satu tulisan yang
menyatakan bahwa pada 680 SM orang telah mengetahui cara menahan darah
yang keluar dari hidung dan merawat jerawant pada muka.Bangsa Babylon
menyembah dewa oleh karena itu perawatan atau pengobatan berdasarkan
kepercayaan tersebut.
C. Yahudi kuno
Ilmu pengetahuan bangsa
Yahudi banyak di peroleh dari bangsa Mesir. Misalnya : cara-cara memberi
pengobatan orang yang terkenal adalah Musa. Ia juga dikenal sebagai
seorang ahli hygiene. Dibawah pimpinannya bangsa Yahgudi memajukan
minatnya yang besar terhadap kebersihan umum dan kebersihan diri.
Undang-undang
kesehatan bangsa Yahudi menjadi dasar bagi hygiene modern dimana
cara-cara dan peraturannya sesuai dengan bakteriologi zaman sekarang,
misalnya :
1. Pemeriksaan dan peminilah bahan makanan yang akan di makan
2. Mengadakan cara pembuangan kotoran manusia
3. Pelarangan makan daging babi karena dapat menimbulkan suatu penyakit
4. Memberitahukan kepada yang berwajib bila ada penyakit yang berbahaya, sehingga dapat diambil tindakan
D. India
Bangsa
India (Hindu) di zaman purba telah memeluk agama Brahmana, disamping
memuja dan meminta pertolongan kepada dewa (dikuil) untuk menyembuhkan
orang sakit. Di India telah terdapat RS khususnya di Utara saat
pemerintahan Rasa Asoka, ± 8 RS dimana sebagian kemudian dijadikan
sekolah-sekolah pengobatan dan perawatan
E. Tiongkok
Bangsa
Tiongkok telah mengenal penyakit kelamin diantaranya gonorhoea dan
syphilis. Pencacaran juga telah dilakukan sejak 1000 SM ilmu urut dan
psikoterapi.
Orang-orang yang terkenal dalam ketabiban :
1) Seng Lung
Dikenal
sebagai "Bapak Pengobatan, yang ahli penyakit dalam dan telah
menggunakan obat-obat dari tumbuh-tumbuhan dan mineral (garam-garaman).
Semboyannya yang terkenal adalah Lihat, Dengar, Tanya, Rasa.
2) Chang Chung Ching ± 200 Sm telah mengerjakan lavement dengan menggunakan bambo.
F. Yunani
Bangsa
Yunani zaman purba memuja dan memuliakan banyak dewa (polytheisme) dewa
yang terkenal adalah dewa yang dianggap sebagai dewa pengobatan putri
dan dewa yang bernama hygiene sebagai Dewi kesehatan, maka timbullah
perkataan higyene. Untuk pemujaan terhadap para dewa didirikan kuil
(1134 SM) yang juga berfungsi sebagai pengobatan orang sakit dan
perawatan dikerjakan oleh para budak-budak.
Orang-orang ternama dalam ketabiban antara lain
1. Hippocrates (hidup ± 400 SM) à bapak pengobatan dengan jasa :
• Dasar cara pengobatan sampai sekarang ini
• Penyakit bukan karena setan, melainkan rusaknya undang-undang alam
• Mengembangkan tehnik pemeriksaan badan
• Mengajarkan tentang makanan si sakit
• Menganjurkan supaya penderita sakit jiwa dirawat secara perikemanusiaan
•
Mengajarkan tentang semangat pekerjaan, menghargai teman sejawat, ,
bertanggungjawab terhadap si sakit yang menjadi sumpah hypocrates
2. Plato
ahli filsafat Yunani, otak sebagai pusat kesadaran
3. Aristoteles
Ahli filsafat, ahli jiwa dan ilmu haya
G. Roma
Rumah
sakit Roma zaman purba di sebut valentrumdinari Roma yang terdapat di
swiss ditemukan alat-alat perawatan ex. Peralatan untuk huknah pot-pot
tempat selep. Juga ditemukan instrument untuk keperluan pembedahan ex :
pisau, pincet, klem arteri, speculum. Tokoh terkenal Julius Caesar
(101-44 SM). Seorang wali Negara yang pertama-tama mengakui guru-guru
hygiene dan menganjurkan tentang kesehatan dan kebersihan
H. Irlandia
Pengetahuan
tentang pengobatan telah diketahui lama SM. Tentang Rumah sakit,
Seorang putri raja bernama Macha (abad ke 3) mendirikan rumah sakit
untuk orang-orang miskin yang sakit. Nama RS tersebut Broin Beargh àtau
rumah kesusahan
I. Amerika
Rumah sakit sederhana telah
didirikan dikota besar oleh bangsa Asteken di Amerika Utara, sedang RS
yang baik dan merupakan RS pertama didirikan pada tahun 1521 oleh cortez
dari Mexico yaitu RS san Jesu Nazareno
2. PERKEMBANGAN PERAWATAN ZAMAN PERMULAAN MASEHI
Nabi
Isa lahir "Agama Baru" agama masehi (Nasrasni/Kristen) perkembangan
perawatan bercorak keagamaan ajaran kasih sayang terhadap sesama manusia
(perhatian dan perawatan terhadap orang kesusahan – keadaan sakit)
Permulaan diakones
Diakones
pembantu pendeta dalam gereja, memberi nasehat, mengobati orang sakit
serta mengunjungi tempat tawanan. Diakones menjadi satu lembaga wanita
yang pertama dari organisasi agama Kristen yang bekerja dan
mengembangkan pekerjaan perawatan perawat penunjang rumah yang pertama.
Philantrop
Philantrop
laki-laki dan wanita yang menjauhkan diri dari keramaian dunia dan
berkumpul dalam satu tempat-monastic (laki-laki = monk; wanita = non)
3 wanita yang berjasa Morcella, Febicla, Paula Permulaan rumah sakit.
Agama
Kristen berkembang di Roma, zaman pemerintahan constantyn yang agung
(tahun 325). Mendirikan bangunan/tempat khusus untuk menampung orang
terlantar orang sakit yang memerlukan pertolongan dan perawatan
xenodocheian = rumah tahu (xeno = tamu) dalam bahasan latin tamu; hospes
"Hospital"/rumah sakit
Monastic hospital
Adalah gabungan
antara hospital/xenodochoion dnegan monastery. Disini orang yang sakit
dirawat oleh non (wanita) dimana monastic hospital yang terkenal
didirikan pada tahun 559, mempunyai kurang lebih 200 non. Bentuk dari
monastic hospital :
- Bangsal untuk merawat orang sakit
- Bangunan untuk orang yang perlu pertolonga, orang cacat, miskin, yatim piatu
- Bangunan tempat tabib dan tempat monk-monk dan non
- Pekerjaan perawatan dikerjakan oleh non-non
B. Penyebaran Agama
Pada
permulaan masehi terjadi penyebaran agama kristen di Eropa. Hal ini
berdampak positif terhadap perkembangan keperawatan. Kemajuan ini
terlihat pada zaman pemerintahan Lord Constandne yaitu dengan :
• XENODHOECIN atau HOSPES (penampungan orang yang membutuhkan pertolongan terutama orang yang menderita sakit)
• Mendirikan Rumah Sakit terkenal di Roma Yaitu MONASTIC HOSPITAL
• Pada pertengahan abad VI Masehi di Asia Barat Daya-Timur Tengah terjadi
penyebaran agama Islam. Nabi Muhammad SAW menyebarkan agama Islam abd VII
Masehi yang mencakup Afrika, Asia Tenggara, Asia Barat dan sebagian Eropa yaitu
Spanyol dan Turki.
• Pada waktu itu berkembang ilmu pengetahuan : Ilmu pasti, ilmu kimia, ilmu hygiene dan obat-obatan
Kegiatan
pelayanan keperawatan berkualitas telah di mulai sejak seorang perawat
muslim pertama yaitu Rufaidah pada zaman Nabi Muhammad SAW, yang selalu
berusaha memberikan pelayanan terbaiknya bagi yang membutuhkan tanpa
membedakan kliennya kaya atau miskin
Berikut ini akan lebih dijelaskan tentang sejarah perkembangan keperawatan dimasa Islam dan di Arab Saudi khususnya :
1. Masa Penyebaran Islam/the Islamic period (570-632)
Perkembangan
keperawatan masa ini, sejalan dengan perang kaum muslimin/Jihad (holy
wars), memberikan gambaran keperawatan di masa ini. System kedokteran
mengenai pengobatan lebih dilakukan dnegan ke rumah pasien dengan
diberikannya resep oleh dokter. Dalam periode ini dikenal seorang
perawat yang bersama Nabi Muhammad SAW yaitu Rufaidah binti Sa'ad /
Rufaidah Al-Asamiya
2. Masa setelah nabi/post-prophetic era (632-1000M)
Sejarah
tentang keperawatan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW jarang sekali.
Dokumen yang ada lebih didominasi oleh kedokteran dimasa itu. Dr.
Al-Razi yang digambarkan sebagai seorang pendidik, dan menjadi pedoman
yang juga menyediakan pelayanan keperawatan. Dia menulis dua karangan
tentang "The reason why some persons and the common people leave a
physician even if he is clever" dan "A clever physician does not have
power to heal all diseases, for that is not within the realm of
possibility". Dimasa ini ada perawat diberi nama "Al Asiyah"
3. Masa Late to Middle Ages (1000-1500 M)
Dimasa
ini Negara-negara Arab membangun RS dengan baik dan mengenalkan
perawatan orang sakit. Ada gambaran unik di RS yang tersebar dalam
peradaban Islam dan banyak dianut5 RS modern saat ini hingga sekarang,
yaitu pemisahan antara ruang pasien laki-laki dan wanita, serta perawat
wanita merawat pasien wanita dan perawat laki-laki, hanya merawat pasien
laki-laki
C. Perang
• Adanya perang berdampak positif bagi
keperawatan oleh karena banyaknya korban perang maka kebutuhan tenaga
perawat sangat tinggi.
• Perang salib Banyaknya sukarelawan dijadikan
perawat yang terdiri orde-orde agama, para wanita yang mengikuti suami
ke medan perang. Pengaruh perang salib terhadap keperawtan adalah mulai
dikenal konsep P3K. keberadaan perawat mulai dibutuhkan dalam
ketentraman dan timbul peluang kerja bagi perawat dibidang sosial.
1. Hotel Dieu Di Lion
Perawat diambil dari mantan wanita jalanan atau wanita yang telah bertaubat
2. Hotel Dieu di Paris
Perawat
diambil dari orde-orde agama sesudah revolusi perancis orde agama
dihapuskan dan pekerjaan perawat digantikan oleh orang-orang bebas yang
tidak terikat pada agama. Pelopor perawat yang terkenal di rumah sakit
ini adalah GENEVIEVE BOUZUET
2. ST. Thomas Hospital
Didirikan pada
tahun 1123 M, dirumah sakit inilah FLORENCE NIGHTINGALE memulai
karirnya memperbaharui keperawatan.Pada awal abad XIX reformasi sosial
masyarakat merubah peran perawat dan wanita secara umum. Perawat mulai
dipercaya banyak orang. Contohnya adalah FLORENCE Nightingale yang
menjadi pelopor keperawatan dunia.
Florencen Nightingale Lahir tahun
1820 dari keluarga kaya raya dan terhormat meniti karirnya dirumah skait
ST. Thomas Hospital ditentang keras oleh keluarganya. Ia diterima
mengikuti kursus pendidikan perawat pada usia 31 tahun. Ditunjuk oleh
pemerintahan inggris untuk menata asuhan keperawatan rumah sakit militer
di turki memberi peluang baginya untuk meraih prestasi (Taylor. C,
1989) Sesudah perang krim Florence nightingale kembali ke Inggris
mempelopori berdirinya sekolah-sekolah perawat modern tahun 1840
Kontribusi Florence Nightingale
a. Menetapkan standar manajemen rumah sakit
b. Menegaskan bahwa nutrisi merupakan bagian penting dari asuhan keperawtan
c. Meyakinkan bahwa akupasional merupakan suatu terapi bagi orang sakit
d. Mengidentifikasi kebutuhan personal pasien dan peran perawat untuk
memenuhinya
e. Mengemdbangkan standar okupasi bagi pasien wanita
f. Mengembangkan pendidikan keperawatan
g. Menetapkan 2 komponen keperawatan yaitu kesehatan dan penyakit
h. Meyakinkan bahwa keperawatan berdiri sendiri dan berbeda dnegan rofesi
kedokteran.
i. Menekankan kebutuhan pendidikan lanjut bagi perawat
Tahun 1962-sekarang
Keperawatan
mulai berkembang dengan pesat Tahun 1962 mulai banyak berdiri akademi
keperawatan (AKPER) tahun 1985 program studi ilmu keperawatan (PSIK)
diselenggarakan oleh fakultas kedokteran universitas Indonesia lulusan I
tahun 1988
Dampak : Meningkatkan pelayanan keperawatan, pendekatan proses keperawatan dan meningkatkan peran dan fungsi perawat.
3.SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA
Perawatan
sudah dilaksanakan sejak adanya manusia dan yang jadi sasarannya adalah
manusia dari sejak lahir sampai dengan datangnya kematian. Di Indonesia
pekerjaan perawat dikerjakan berdasarkan naluri perasaan keibuan untuk
merawat anak-anaknya (Mother Instinct). Sejarah perkembangan keperawatan
di Indonesia telah banyak di pengaruhi oleh penjajah diantaranya
Jepang,Belanda,dan Inggris.Dalam perkembangan di Indonesia di bagi
menjadi beberapa bagian diantaranya:
Zaman Kuno
Seperti juga di Negara-negara lainnya keperawatan diserahkan kepada perempuan yang merawat keluarganya
Penyakit dianggap perbuatan setan yaitu dukun
Cara pengobatan dengan menggunakan daun-daunan
Zaman penjajahan Belanda
Tahun 1596 Cornelis De Houtman adalah orang Belanda pertama yang datang ke Indonesia pada zaman penjajahan.
Zaman VOC, (1602 – 1799)
Orang-orang
Belanda datang ke Indonesia pertama kali dengan maksud untuk berdagang.
Dalam usaha perdagangannya itu di bentuklah VOC. Sehubungan dengan
adanya staf dan tentara maka dua usaha kesehatan. Untuk itu didirikanlah
rumah sakit yang pertama yang bernama " Binnen Hospital " didirikan
pada tahun 1641 bertempat di Batavia ( sekarang Jakarta) Tenaga
perawatannya diambil dari penduduk pribumi ( Bumi Putera ) yang diberi
nama Zieken oppaser ( penjaga orang sakit) Rumah sakit ini dibawah
pengawasan dokter militer. Pada tahun 1724-1744) di luar kota didirikan
rumah sakit yang kedua yang diberi nama : Buiten Hospital mengantikan
Binnen Hospital yang di tutup pada tahun1808. Karena VOC dibubarkan 1799
maka oleh pemerintahan Belanda menyerahkan kepada pemerintah Indonesia
yang kemuudian membentuk Organisasi Negara " Hindia Belanda". Pada tahun
zaman penjajahan belanda I ( 1799-1811 ) tidak ada usaha kesehatan yang
boleh dikatakan menonjol pada umumnya merupakan usaha lanjutan dari apa
yang telah ada. Pengaruh kententaraan pada keperawatan mulai ada
usaha-usaha dibidang kesehatan yang antara lain
MGD ( Militaire Gezondsheids Dienst ) - dinas kesehatan tentara
BGD (Burgerlije Gezon Dienst ) – dinas kesehatan rakyat,
Pada
waktu pemerintahan Daendels yang terkenal dengan pembuatan jalan Merak
Banyuwangi, perlu lebih meningkatkan kesehatan tentaranya. Dibuatlah
beberapa Rumah sakit Garnizoen, yaitu di Semarang dan Surabaya.
Pelayanannya hanya memperhatikan dinas kesehatan tentara saja.
Zaman Penjajahan Inggris Tahun 1811-1816
Gubernur
Jenderal Raffles sangat memperhatikan kesehatan rakyat. Usaha-usaha di
bidang kesehatan tersebut dinyatakan dalam kata-katanya "kesehatan
adalah milik manusia". Usaha-usahanya:
a. Mengadakan vaksinasi umum
b. Memperbaiki perawatan orang sakit gila (jiwa)
c. Memperbaiki perawatan dari orang-orang tahanan.
Zaman Penjajahan Belanda II (1816-1942)
Setelah
pemerintahan diserahkan kembali pada Belanda, maka usaha-usaha
kesehatan nampak maju. Prof. Dr. Reinwardt menyusun undang-undang
kesehatan, diantaranya tentang praktek dokter, kebidanan, pengobatan dan
lain-lain untuk wilayah sekitar Batavia pada 1819 oleh Residen V Pabst
didirikan rumah sakit untuk umum di Jakarta, diantara rumah sakit
Stadsverban di Glodok. Rumah sakit ini mempunyai perlengkapan yang
sederhana. Pada tahun 1919 rumah sakit Stadsverban menjadi CBZ (Central
Burgerlijke Ziekeninrichting) yangkemudian dipindahkan di Salemba.
Dr.
W. de bosch yang sangat menaruh perhatian terhadap kesehatan mendirikan
sekolah dokter jawa (1852), yang kemudian berkembang menjadi STOVIA
(1898) dan akhirnya GHS (1927). Ia juga mengadakan persiapan pendidikan
kebidanan pada tahun 1852. Tahun 1875 pendidikan kebidanan ini ditutup
kembali.Rumah-rumah sakit partikelir(swasta) diadakan oleh Zending.
Muhammadiyah,bala
keselamatan. Salah satu yang terkenal adalah rumah sakit di Gang Paal
yang sekarang menjadi Rumah Sakit Cikini, didirikan pada tahun 1879.
rumah skit yang lain ialah: RS St Carolus di Jakarta, RS St Borromeus di
Bandung dan RS Elizabeth di Semarang. Pendidikan perawatan telah ada
yang dimulai di RS cikini pada tahun 1900. Pendidikan juru rawat dimulai
pada tahun 1906 di RS Glodok pad tahun 1912.
Zaman Penjajahan Jepang (1942-1945)
Pada
zaman penjajahan jepang keperawatan di Indonesia boleh dikatakan
mundur. Pimpinan rumah sakit yang tadinya adalah orang-orang belanda di
ambil alih orang-orang jepang dan sebagian oleh bangsa Indonesia.
Obat-obatan sangat kurang,oleh karenanya wabah penyakit dimana-mana.
Bahan-bahan balutan sangat kurang,sampai dipergunakannya daun pisang dan
pelapah pisang.
Zaman Kemerdekaan (1945-1961)
Keadaan rumah
sakit dan perawatan mengalami kekurangan-kekurangan terutama
obat-obatan. Semwnjak tahun 1949 pemerintahan mulai membangun dan
menyusun kenbali perbaikan-perbaikan di lapangankesehatan.
Tahun 1962- sekarang
Perawatan
mulai berkenbang dengan pesat,dengan didirikannya pendidikan akademi
keperawatan (AKPER) dan pada tahun 1962 dan Program Studi Ilmu
keperawatan (PSIK) Fakultas Kedokteran Universitas Indonsia di Jakarta
(1985),yang membawa dampak positif terhadap pelayanan perawatan.
Pendekatan perawatan menggunakan proses perawatan yang berdasarkan pada
kebutuhan manusia seutuhnya.
Perawatan Penyakit jiwa di Indonesia.
Perawatan
penyakit jiwa di Indonesia tidak sama. Ada yang dirawat dengan lemah
lembut,ada juga yang secara kasar. Ini tergantung dari kemajuan rakyat
di tiap daerah. Perawatan tidak dikerjaan di rumah sakit tetapi di luar
rumah sakit,disebabkan belum ada keinsyafan dan pengertain rakyat
tentang penyakit jiwa. Baru pada tahun 1800 para penderita penyakit jiwa
dikumpulkan di bangsal-bangsal tetapi perawatannya bersifat penjagaan
saja.
Rumah-rumah sakit jiwa baru didirikan pada tahun 1875 di
Cilendek,Bogor yang merupakan rumah sakit jiwa yang pertama di Indonesia
dengan kapasitas 400. Rumah sakit jiwa yang kedua ialah rumah sakit
jiwa di Lawang didirikan pada tahun 1894 yang sekarang terdiri dari
sumber porong,Pasuruan,Sumpyuh,sehingga merupakan rumah sakit jiwa yang
terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 3300. Rumah sakit jiwa ke 3
ialah yang berada di magelang,didirikan pada tahun 1923 dengan kapasitas
1400.Yang lainnya didirikan di Grogol
Jakarta.Padang,Palembang,Banjarmasing,Menado,yang masing-masing dngan
kapasitas 1.k.60 Perawatan dikerjakan oleh juru rawat-juru rawat dan
penjaga orang sakit dibawah pengawasan perawat jiwa bangsa Indonesia.
Pendidikan
perawat jiwa baru dibuka pada bulan September 1940 di Cilendek,Bogor.
Pendidikan ini berupa "Kursus".Pada mulanya yang diterima hanya
orang-orang Belanda dan Indo Belanda;pada tahun 1951 dibuka kursus untuk
perawat-perawat bangsa Indonesia.Yang mengikuti banyak yang berasal
dari luar Jawa,misalnya : Sumatra,Kalimantan da sebagainya.
Saat
ini perawatan penyakit jiwa dikerjakan secara modern dan tidak lagi
ditempatkan dalam kamar tertutup,akan tetapi dibangsal-bangsal
bebas.Mereka mendapat kebebasan,dihibur dan dapat bergaul dengan sopan
sehingga akhirnya insyaf dan sadar.
Pengobatan dengan jalan
diberi shock atau dikagetkan.Pada Zaman pertengahan dengan cara
ditakut-takuti atau dijatuhkan kedalam sumur.Juga dipergunakan
Hydro-therapie dengan menggunakan air panas atau air dingin. Pengobatan
semacam ini hingga sekarang masih dilakukan.
Pada zaman modern
sekarang pengobatan dilakukan dengan menggunakan obat-obat tidur,dihibur
dengan musik,olahraga,berdansa dan lain-lain.Shock therapie masih
dilakukan terutama dengan aliran listrik (ECT).Therapie kerja masih
tetap dilaksanakan
Perkembangan keperawatan di Indonesia dipengaruhi
oleh kondisi social dan ekonomi yaitu penjajahan pemerintahan colonial
Belanda, Inggris dan Jepang serta situasi pemerintahan Indonesia setelah
Indonesia merdeka Dibedakan atas :
Masa sebelum kemerdekaan
Masa
penjajahan belanda I Pada masa ini perawat berasal dari penduduk
pribumi yang disebut VELPLEGEK dengan sebutan zieken oppaser sebagai
penjaga rumah sakit. usaha pemerintahan Belanda dibidang kesehatan
adalah :
• Mendirikan rumah sakit I Binnen Hospital di Jakarta pada tahun 1799
• Mendirikan rumah sakit II Butten Hospital
• Membentuk dinas kesehatan tentara (military gezond herds dients)
• Membentu Dinas Kesehatan Rakyat (Burgerlijke gezandherds dienst)
Zaman Penjajahan Inggris
Gubernur
jendral Rafles sangat memperhatikan rakyat semboyan :Kesehatan adalah
milik manusia. Usaha-usahanya dibidang kesehatan :
• Pencacaran secara umum
• Membenahi cara perawatan pasien dengan gangguan jiwa
• Memperhatikan kesehatan pada para tawanan
Zaman Penjajahan Jepang
Menyebabkan
perkembangan keperawatan mengalami kemunduran yang juga merupakan zaman
kegelapan dunia keperawatan di Indonesia. Kemunduran-kemunduran ini
terlihat pada
• pekerjaan perawat dikerjakan oleh orang-orang yang tidak terdidik,
• Pimpinan RS diambil alih oleh orang-orang jepang,
• Obat-obatan sangat kurang
• Wabah penyakit terjadi dimana-mana.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Keperawatan
lahir sejak naluriah keperawatan lahir bersamaan dengan penciptaan
manusia perkembangan keperawatan dipengaruhi dengan semakin maju
peradaban manusia maka semakin berkembang keperawatan. dan pengobatan
zaman purba Orang-orang pada zaman dahulu hidup dalam keadaan
primitive.Namun demikian mereka sudah mampu sedikit pengetahuan dan
kecakapan dalam merawat atau mengobati. Pekerjaan "merawat" dikerjakan
berdasarkan naluri (instink) à naluri binatang à "mother instinct"
(naluri keibuan) yang merupakan suatu naluri dalam yang bersendi pada
pemeliharaan jenis (melindungi anak, merawat orang lemah). keibuan
kemudian bergeser kezaman purba diman zaman ini orang masih percaya pada
suatu tantangan adanya kekuatan mistis yang dapat mempengaruhi
kehidupan manusia, kepercayaan ini di kenal dengan nama anisme, diman
seseorang yang sakit dapat disebabkan karna kekuatan alam atau pengaruh
kekuatan gaib sehingga timbul keyakinan bahwa jiwa yang jahat akan dapat
menimbulkan kesakitan dan jiwa yang sehat dapat menimbulkan keasehatan
atau kesejahteraan.
SARAN
Untuk menjadi perawat yang
profesional kita harus tahu tentang sejarah perkembangan keperawatan,
karena dengan mengetahui sejarah perkembangankeperawatan kita dapat
mengetahui sampai dimana perkembangan keperawatan pada masa dahulu dan
dimana letak kekurangan dan kelebihan keperawatan pada masa dahulu
sehingga kita bisa memperbaiki kekurangan tersebut hingga menjadi lebih
baik .
DAFTAR PUSTAKA
Hidayat,A. Aziz alimul.2004.Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.
Jakarta:Salemba Medika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar