TUGAS
KEPERAWATAN KOMUNITAS 1
INTERVENSI
DISUSUN OLEH:
KELOMPOK VI
1.
HABIB
SYAIFUDIN NASIR
2.
HANNES
DWI PURNOMO
3.
LIDIA
WATI
4.
MUHAMMAD
WAHYU PUTRA
5.
NOVI
SUSANTI
6.
MELIYANA
SARI
POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG PRODI
KEPERAWATAN KOTABUMI
TAHUN AJARAN 2014/2015
KATA PENGANTAR
Puja dan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang mana telah melimpahkan segala rahmat dan hidayahnya, sehingga makalah tentang ”INTERVENSI ” ini dapat di selesaikan dengan tepat waktu. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada:
1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmadnya sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Manusia tidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa. Tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan, saya selaku penulis mengharap kritik dan saran, agar makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamualaikum Wr.
Wb.
Kotabumi,
september 2014
Penyusun,
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR .......................................................................................................
DAFTAR
ISI......................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................
A. Latar Belakang ......................................................................................... 1
B. Tujuan penulisan................................................................................. …..2
C. Rumusan Masalah..................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................
A. Pengertian intervensi................................................................................. 3
B. Tujuan........................................................................................................ 3
C. Langkah-langkah pembuatan intervensi.................................................... 5
D. Kriteria hasil untuk menilai pencapaian tujuan.......................................... 6
E. Pelaksanaan
intervensi............................................................................... 6
BAB III KESIMPULAN
A. Simpulan................................................................................................ …8
B. Saran........................................................................................................ .8
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................ .
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Komunitas adalah
kelompok sosial yang tinggal dalam suatu tempat, saling berinteraksi satu sama
lain, saling mengenal serta mempunyai minat dan interest yang sama. Komunitas
adalah kelompok dari masyarakat yang tinggal di suatu lokasi yang sama dengan
dibawah pemerintahan yang sama, area atau lokasi yang sama dimana mereka
tinggal, kelompok sosial yang mempunyai interest yang sama (Riyadi, 2007).
Perawatan kesehatan adalah bidang khusus dari keperawatan yang merupakan
gabungan dari ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu sosial yang
merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang diberikan kepada
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik yang sehat atau yang sakit
secara komprehensif melalui upaya promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif serta resosialitatif dengan melibatkan peran serta aktif dari
masyarakat. Peran serta aktif masyarakat bersama tim kesahatan diharapkan dapat
mengenal masalah kesehatan yang dihadapi serta memecahkan masalah
tersebut (Elisabeth, 2007). Namun dalam hal pemberian asuhan keperawatan langkah yang baik dan
sistematis harus sesuai proses keperawatan, di anataranya interfensi.
1
B. Rumusan Masalah
a.
Apa
pengertian dari intervensi ?
b.
Apa
tujuan dari intervensi ?
c.
Bagaimana
langkah – langkah pembuatan interfensi ?
d.
Bagaimana
kriteria hasil dalam pencapaian tujuan intervensi ?
C. Tujuan
a.
Mengetahui
pengertian intervensi
b.
Memahami
tujuan intervensi
c.
Mengetahui
langkah – langkah pembuatan intervensi
d.
Mengetahui
kriteria hasil yang digunakan dalam pencapaian tujuan.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN INTERVENSI
Perencanaan
keperawatan adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang akan
dilaksanakan untuk mengatasi masalah sesui dengan diagnosis keperawatan yang
telah ditentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan klien (Mubarak, 2009).
Perencanaan
keperawatan adalah rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk
mengatasi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan yang telah ditentukan
dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan pasien.
Intervensi keperawatan adalah suatu
perencanaan dengan tujuan merubah atau memanipulasi stimulus fokal,
kontekstual, dan residual. Pelaksanaannya juga ditujukan kepada kemampuan klien
dalam koping secara luas, supaya stimulus secara keseluruhan dapat terjadi pada
klien, sehinga total stimuli berkurang dan kemampuan adaptasi meningkat.
B. TUJUAN
Tujuan intervensi keperawatan adalah
pencapaian kondisi yang optimal, dengan menggunakan koping yang konstruktif.
1.
Tujuan
jangka panjang
Tujuan jangka
panjang harus dapat menggambarkan penyelesaian masalah adaptif dan ketersediaan
energi untuk memenuhi kebutuhan tersebut (mempertahankan, pertumbuhan,
reproduksi).
3
2.
Tujuan
jangka pendek
Tujuan jangka pendek
mengidentifikasi harapan perilaku klien setelah manipulasi stimulus fokal,
kontekstual dan residual.
Intervensi keperawatan dilakukan dengan
tujuan , mengubah atau memanipulasi stimulus fokal, kontekstual dan residual,
juga difokuskan pada koping individu atau zona adaptasi, sehingga seluruh
rangsang sesuai dengan kemampuan individu untuk beradaptasi. Tindakan
keperawatan berusaha membantu stimulus menuju perilaku adaptif. Hal ini
menekankan kembali pentingnya mengidentifikasi penyebab selama pengkajian
Perumusan
tujuan
Dalam
merumuskan tujuan harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
a.
Berfokus
pada masyarakat
b.
Jelas
dan singkat
c.
Dapat
diukur dan diobservasi
d.
Realistik
e.
Ada
target waktu
f.
Melibatkan
peran serta masyarakat
Formulasi
kriteria tujuan : T = S + P + K.1 + K.2
S:
Subjek K.1 : Kondisi
P: Predikat K.2 : Kriteria
4
Selain
itu dalam perumusan tujuan :
a.
Dibuat
berdasarkan goal : sasaran dibagi hasil akhir yang diharapkan
b.
Perilaku
yang diharapkan berubah
c.
Specific
d.
Measurable
atau dapat diukur
e.
Attainable
atau dapat dicapai
f.
Relevant/realistic
atau sesuai
g.
Time-Bound
atau waktu tertentu
h.
Sustainable
atau berkelanjutan
C. Langkah-langkah pembuatan intervensi
Langkah-langkah
dalam perencanaan keperawatan kesehatan masyarakat antara lain sebagai berikut:
1.
Identifikasi alternatif tindakan keperawatan
2.
Tetapkan tehnik dan prosedur yang akan
digunakan
3.
Melibatkan peran serta masyarakat dalam
menyusun perencanaan melalui kegiatan musyawarah masyarakat desa atau lokakarya
mini
4.
Pertimbangkan sumber daya masyarakat dan
fasilitas yang tersedia
5.
Tindakan yang akan dilaksanakan harus dapat
memenuhi kebutuhan yang sangat dirasakan masyarakat
6.
Mengarah kepada tujuan yang akan dicapai
7.
Tindakan harus bersifat realistis
8.
Disusun secara berurutan
5
D. Kriteria hasil untuk menilai pencapaian tujuan
Penentuan kriteria dalam perencanaan
keperawatan komunitas adalah sebagai berikut:
1. Menggunakan kata kerja yang tepat
2. Dapat dimodifikasi
3. Bersifat spesifik
4. Siapa yang melakukan ?
5. Apa yang dilakukan ?
6. Dimana dilakukan ?
7. Kapan dilakukan ?
8. Bagaimana melakukan ?
9. Frekuensi melakukan ?
E. Pelaksanaan intervensi kegiatan komunitas
berfokus pada tiga tingkat pencegahan (Anderson dan Mcfarlene, 1985), yaitu:
1.
Pencegahan
primer
Pencegahan
primer adalah pencegahan sebelum sakit atau disfungsi dan diaplikasikan ke
populasi sehat pada umumnya, mencakup pada kegiatan kesehatan secara umum dan
perlindungan khusus terhadap suatu penyakit. Misalnya, kegiatan penyuluhan
gizi, imunisasi, stimulasi dan bimbingan dini dalam kesehatan keluarga.
2.
Pencegahan
sekunder
Pencegahan sekunder
adalah kegiatan yang dilakukan pada saat terjadinya perubahan derajat kesehatan
masyarakat dan ditemukannya masalah kesehatan. Pencegahan sekunder ini
menekankan pada diagnosa dini dan inervensi yang tepat untuk menghambat proses
penyakit atau kelainan sehingga memperpendek waktu sakit dan tingkat keparahan.
Misalnya mengkaji dan memberi intervensi segera terhadap tumbuh kembang anak
usia bayi sampai balita
6.
3.
Pencegahan
tersier
Pencegahan tersier adalah
kegiatan yang menekankan pada pengembalian individu pada tingkat fungsinya
secara optimal dari ketidakmampuan keluarga. Pencegahan ini dimulai ketika
terjadinya kecacatan atau ketidakmampuan yang menetap bertujuan untuk
mengembalikan ke fungsi semula dan menghambat proses penyakit.
7
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam membuat interfensi harus ada tujuan
yang jelas apakah tujuan jangka panjang bagi klien atau tujuan jangka pendek.
Criteria dalam membuat perencanaan harus Berfokus pada masyarakat, Jelas dan
singkat, Dapat diukur dan diobservasi, Realistik, Ada target waktu, Melibatkan
peran serta masyarakat.
B. Saran
di harapkan Seluruh perawat agar meningkatkan pemahamannya terhadap berbagai cara dalam
pembuatan perencanaan keperawatan sehingga dapat meningkatkan
kualitas asuhan keperawatan.
8
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar