Rabu, 08 Oktober 2014

TUGAS KEPERAWATAN KOMUNITAS 1 INTERVENSI



TUGAS KEPERAWATAN KOMUNITAS 1
INTERVENSI

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK VI
1.      HABIB SYAIFUDIN NASIR
2.      HANNES DWI PURNOMO
3.      LIDIA WATI
4.      MUHAMMAD WAHYU PUTRA
5.      NOVI SUSANTI
6.      MELIYANA SARI


POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG PRODI KEPERAWATAN KOTABUMI
TAHUN AJARAN 2014/2015

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

            Puja dan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang mana telah melimpahkan segala rahmat dan hidayahnya, sehingga makalah tentang ”INTERVENSI ” ini dapat di selesaikan dengan tepat waktu. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada:
1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmadnya sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
            Manusia tidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa. Tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan, saya selaku penulis mengharap kritik dan saran, agar makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Wassalamualaikum Wr. Wb.



Kotabumi,    september   2014

Penyusun,





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................................
DAFTAR ISI......................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................

 A. Latar Belakang ......................................................................................... 1

B.     Tujuan penulisan................................................................................. …..2

C.     Rumusan Masalah..................................................................................... 2


BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................

A.    Pengertian intervensi................................................................................. 3

B.     Tujuan........................................................................................................ 3

C.     Langkah-langkah pembuatan intervensi.................................................... 5

D.    Kriteria hasil untuk menilai pencapaian tujuan.......................................... 6

E.     Pelaksanaan intervensi............................................................................... 6

BAB III KESIMPULAN      

A.    Simpulan................................................................................................ …8

B.     Saran........................................................................................................ .8

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................ .





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Komunitas adalah kelompok sosial yang tinggal dalam suatu tempat, saling berinteraksi satu sama lain, saling mengenal serta mempunyai minat dan interest yang sama. Komunitas adalah kelompok dari masyarakat yang tinggal di suatu lokasi yang sama dengan dibawah pemerintahan yang sama, area atau lokasi yang sama dimana mereka tinggal, kelompok sosial yang mempunyai interest yang sama (Riyadi, 2007). Perawatan kesehatan adalah bidang khusus dari keperawatan yang merupakan gabungan dari ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu sosial yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang diberikan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik yang sehat atau yang sakit secara komprehensif melalui upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif serta resosialitatif dengan melibatkan peran serta aktif dari masyarakat. Peran serta aktif masyarakat bersama tim kesahatan diharapkan dapat mengenal masalah kesehatan yang dihadapi serta memecahkan masalah tersebut  (Elisabeth, 2007). Namun dalam hal pemberian asuhan keperawatan langkah yang baik dan sistematis harus sesuai proses keperawatan, di anataranya interfensi.







1

B.     Rumusan Masalah
a.       Apa pengertian dari intervensi ?
b.      Apa tujuan dari intervensi ?
c.       Bagaimana langkah – langkah pembuatan interfensi ?
d.      Bagaimana kriteria hasil dalam pencapaian tujuan intervensi ?

C.     Tujuan
a.       Mengetahui pengertian intervensi
b.      Memahami tujuan intervensi
c.       Mengetahui langkah – langkah pembuatan intervensi
d.      Mengetahui kriteria hasil yang digunakan dalam pencapaian tujuan.













2
BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN INTERVENSI
Perencanaan keperawatan adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah sesui dengan diagnosis keperawatan yang telah ditentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan klien (Mubarak, 2009).

Perencanaan keperawatan adalah rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan yang telah ditentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan pasien.

Intervensi keperawatan adalah suatu perencanaan dengan tujuan merubah atau memanipulasi stimulus fokal, kontekstual, dan residual. Pelaksanaannya juga ditujukan kepada kemampuan klien dalam koping secara luas, supaya stimulus secara keseluruhan dapat terjadi pada klien, sehinga total stimuli berkurang dan kemampuan adaptasi meningkat.

B.     TUJUAN
Tujuan intervensi keperawatan adalah pencapaian kondisi yang optimal, dengan menggunakan koping yang konstruktif.
1.      Tujuan jangka panjang
Tujuan jangka panjang harus dapat menggambarkan penyelesaian masalah adaptif dan ketersediaan energi untuk memenuhi kebutuhan tersebut (mempertahankan, pertumbuhan, reproduksi).

3
2.      Tujuan jangka pendek
Tujuan jangka pendek mengidentifikasi harapan perilaku klien setelah manipulasi stimulus fokal, kontekstual dan residual.
Intervensi keperawatan dilakukan dengan tujuan , mengubah atau memanipulasi stimulus fokal, kontekstual dan residual, juga difokuskan pada koping individu atau zona adaptasi, sehingga seluruh rangsang sesuai dengan kemampuan individu untuk beradaptasi. Tindakan keperawatan berusaha membantu stimulus menuju perilaku adaptif. Hal ini menekankan kembali pentingnya mengidentifikasi penyebab selama pengkajian

Perumusan tujuan
Dalam merumuskan tujuan harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
a.       Berfokus pada masyarakat
b.      Jelas dan singkat
c.       Dapat diukur dan diobservasi
d.      Realistik
e.       Ada target waktu
f.       Melibatkan peran serta masyarakat

Formulasi kriteria tujuan :  T = S + P + K.1 + K.2
S: Subjek                K.1 : Kondisi
P: Predikat             K.2 : Kriteria




4
Selain itu dalam perumusan tujuan :
a.       Dibuat berdasarkan goal : sasaran dibagi hasil akhir yang diharapkan
b.      Perilaku yang diharapkan berubah
c.       Specific
d.      Measurable atau dapat diukur
e.       Attainable atau dapat dicapai
f.       Relevant/realistic atau sesuai
g.      Time-Bound atau waktu tertentu
h.      Sustainable atau berkelanjutan

C.     Langkah-langkah pembuatan intervensi
Langkah-langkah dalam perencanaan keperawatan kesehatan masyarakat antara lain sebagai berikut:
1.      Identifikasi alternatif tindakan keperawatan
2.      Tetapkan tehnik dan prosedur yang akan digunakan
3.      Melibatkan peran serta masyarakat dalam menyusun perencanaan melalui kegiatan musyawarah masyarakat desa atau lokakarya mini
4.      Pertimbangkan sumber daya masyarakat dan fasilitas yang tersedia
5.      Tindakan yang akan dilaksanakan harus dapat memenuhi kebutuhan yang sangat dirasakan masyarakat
6.      Mengarah kepada tujuan yang akan dicapai
7.      Tindakan harus bersifat realistis
8.      Disusun secara berurutan





5

D.    Kriteria hasil untuk menilai pencapaian tujuan
Penentuan kriteria dalam perencanaan keperawatan komunitas adalah sebagai berikut:
1.      Menggunakan kata kerja yang tepat
2.      Dapat dimodifikasi
3.      Bersifat spesifik
4.      Siapa yang melakukan ?
5.      Apa yang dilakukan ?
6.      Dimana dilakukan ?
7.      Kapan dilakukan ?
8.      Bagaimana melakukan ?
9.      Frekuensi melakukan ?

E.     Pelaksanaan intervensi kegiatan komunitas berfokus pada tiga tingkat pencegahan (Anderson dan Mcfarlene, 1985), yaitu:
1.      Pencegahan primer
Pencegahan primer adalah pencegahan sebelum sakit atau disfungsi dan diaplikasikan ke populasi sehat pada umumnya, mencakup pada kegiatan kesehatan secara umum dan perlindungan khusus terhadap suatu penyakit. Misalnya, kegiatan penyuluhan gizi, imunisasi, stimulasi dan bimbingan dini dalam kesehatan keluarga.
2.      Pencegahan sekunder
Pencegahan sekunder adalah kegiatan yang dilakukan pada saat terjadinya perubahan derajat kesehatan masyarakat dan ditemukannya masalah kesehatan. Pencegahan sekunder ini menekankan pada diagnosa dini dan inervensi yang tepat untuk menghambat proses penyakit atau kelainan sehingga memperpendek waktu sakit dan tingkat keparahan. Misalnya mengkaji dan memberi intervensi segera terhadap tumbuh kembang anak usia bayi sampai balita

6.
3.      Pencegahan tersier
Pencegahan tersier adalah kegiatan yang menekankan pada pengembalian individu pada tingkat fungsinya secara optimal dari ketidakmampuan keluarga. Pencegahan ini dimulai ketika terjadinya kecacatan atau ketidakmampuan yang menetap bertujuan untuk mengembalikan ke fungsi semula dan menghambat proses penyakit.

















7
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dalam membuat interfensi harus ada tujuan yang jelas apakah tujuan jangka panjang bagi klien atau tujuan jangka pendek. Criteria dalam membuat perencanaan harus Berfokus pada masyarakat, Jelas dan singkat, Dapat diukur dan diobservasi, Realistik, Ada target waktu, Melibatkan peran serta masyarakat.
B.     Saran
di harapkan Seluruh perawat agar meningkatkan pemahamannya terhadap berbagai cara dalam pembuatan perencanaan keperawatan sehingga dapat meningkatkan kualitas asuhan keperawatan.











8
DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Posting Komentar