Rabu, 08 Oktober 2014

TUGA KEPERAWATAN KRITIS




DOSEN MATA KULIAH
ISRAMIHARTI, S.Kep.,M.Pd.


DISUSUN OLEH
MUHAMMAD WAHYU PUTRA
NIM. 12201075
TINGKAT III NON REGULER



POLITEKTIK KESEHATAN TANJUNG KARANG JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN KOTA BUMI
TAHUN AJARAN 2014-2015


SOAL 1
A.    ANALISA DATA

No
DATA FOKUS

Data subjektif


Data Objektif


1.      Klien mengeluh nyeri pada dada bagian kiri













1.      Kondisi nafas cepat dan dalam
2.      Memegang dada sebelah kiri
3.      Bunyi jantung signifikan (S3&S4)
4.      Ronkhi kering bilateral diseparuh bawah lapang paru klien
5.      Saturasi O2 ; 85%
6.      Kulit klien dingin dan kering
7.      Edema pada ekstremitas bawah +2
8.      Hasil Laboratorium :
-          Na : 136 mEq/L
-          Kreatinin : 1,2 mg/dl
-          BUN 15 mg/dl
9.      Klien tampak terpasang kateter foley
10.  Urine berwarna kuning gelap : 40 ml.

B.     DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Perubahan curah jantung : penurunan yang berhubungan dengan kelebihan volume cairan, elektrolit dan gangguan system angiotensin
2.      Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal
3.      Gangguan Perfisi jaringan berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal, kelebihan volume cairan gangguan transport O2, gangguan aliran arteri dan vena
4.      Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan status nutrisi yang buruk,imobilitas dan edema
5.      Nyeri berhubungan dengan penurunan fungsi jantung: oksigen berkurang
6.      Ansietas/kecemasan berhubungan dengan penyakit serius
7.      Resiko tinggi gangguan nutrisi:kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual,muntah, batasan diet dan membrane mukosa mulut.









C.     PERENCANAAN KEPERAWATAN

No
Dx. Keprawatan
Tujuan dan criteria hasil
RENCANA KEPERAWATAN
INTERVENSI
1
1.      Perubahan curah jantung : penurunan yang berhubungan dengan kelebihan volume cairan, elektrolit dan gangguan system angiotensin


NOC :
     Cardiac Pump effectiveness
     Circulation Status
     Vital Sign Status
     Tissue perfusion: perifer
Setelah dilakukan asuhan selama1 x 24 jam penurunan kardiak output klien teratasi dengan kriteria hasil:
     Tanda Vital dalam rentang normal (Tekanan darah, Nadi, respirasi)
     Dapat mentoleransi aktivitas, tidak ada kelelahan
     Tidak ada edema paru, perifer, dan tidak ada asites
     Tidak ada penurunan kesadaran
     AGD dalam batas normal
     Tidak ada distensi vena leher
Warna kulit normal
NIC :
  Evaluasi adanya nyeri dada
  Catat adanya disritmia jantung
  Catat adanya tanda dan gejala penurunan cardiac putput
  Monitor status pernafasan yang menandakan gagal jantung
  Monitor balance cairan
  Monitor respon pasien terhadap efek pengobatan antiaritmia
  Atur periode latihan dan istirahat untuk menghindari kelelahan
  Monitor toleransi aktivitas pasien
  Monitor adanya dyspneu, fatigue, tekipneu dan ortopneu
  Anjurkan untuk menurunkan stress
    Monitor TD, nadi, suhu, dan RR
    Monitor VS saat pasien berbaring, duduk, atau berdiri
    Auskultasi TD pada kedua lengan dan bandingkan
    Monitor TD, nadi, RR, sebelum, selama, dan setelah aktivitas
    Monitor jumlah, bunyi dan irama jantung
    Monitor frekuensi dan irama pernapasan
    Monitor pola pernapasan abnormal
    Monitor suhu, warna, dan kelembaban kulit
    Monitor sianosis perifer
    Monitor adanya cushing triad (tekanan nadi yang melebar, bradikardi, peningkatan sistolik)
    Identifikasi penyebab dari perubahan vital sign
    Jelaskan pada pasien tujuan dari pemberian oksigen
    Sediakan informasi untuk mengurangi stress
    Kelola pemberian obat anti aritmia, inotropik, nitrogliserin dan vasodilator untuk mempertahankan kontraktilitas jantung
    Kelola pemberian antikoagulan untuk mencegah trombus perifer
    Minimalkan stress lingkungan


2
1.      Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal


NOC :
     Electrolit and acid base balance
     Fluid balance
     Hydration
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam  Kelebihan volume cairan teratasi dengan kriteria:
     Terbebas dari edema, efusi, anaskara
     Bunyi nafas bersih, tidak ada dyspneu/ortopneu
     Terbebas dari distensi vena jugularis,
     Memelihara tekanan vena sentral, tekanan kapiler paru, output jantung dan vital sign DBN
Terbebas dari kelelahan, kecemasan atau bingung
NIC :
     Pertahankan catatan intake dan output yang akurat
     Pasang urin kateter jika diperlukan
     Monitor hasil lab yang sesuai dengan retensi cairan (BUN , Hmt , osmolalitas urin  )
     Monitor vital sign
     Monitor indikasi retensi / kelebihan cairan (cracles, CVP , edema, distensi vena leher, asites)
     Kaji lokasi dan luas edema
     Monitor masukan makanan / cairan
     Monitor status nutrisi
     Berikan diuretik sesuai interuksi
     Kolaborasi pemberian obat:
....................................
      Monitor berat badan
      Monitor  elektrolit
      Monitor tanda dan gejala dari odema


3
1.      Gangguan Perfisi jaringan berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal, kelebihan volume cairan gangguan transport O2, gangguan aliran arteri dan vena


NOC :
     Circulation status
     Electrolite and Acid Base Balance
     Fluid Balance
     Hidration
     Tissue Prefusion : renal
     Urinari elimination
Setelah dilakukan asuhan selama 2x 24 jam ketidakefektifan perfusi jaringan renal teratasi dengan kriteria hasil:
     Tekanan systole dan diastole dalam batas normal
     Tidak ada gangguan mental, orientasi kognitif dan kekuatan otot
     Na, K, Cl, Ca, Mg, BUN, Creat dan Biknat dalam batas normal
     Tidak ada distensi vena leher
     Tidak ada bunyi paru tambahan
     Intake output seimbang
     Tidak ada oedem perifer dan asites
     Tdak ada rasa haus yang abnormal
     Membran mukosa lembab
     Hematokrit dbn
     Warna dan bau urin dalam batas normal


NIC :
     Observasi status hidrasi  (kelembaban membran mukosa, TD ortostatik, dan keadekuatan dinding nadi)
     Monitor HMT, Ureum, albumin, total protein, serum osmolalitas dan urin
     Observasi tanda-tanda cairan berlebih/ retensi (CVP menigkat, oedem, distensi vena leher dan asites)
     Pertahankan intake dan output secara akurat
     Monitor TTV

Pasien Hemodialisis:
     Observasi terhadap dehidrasi, kram otot dan aktivitas kejang
     Observasi reaksi tranfusi
     Monitor TD
     Monitor BUN, Creat, HMT dan elektrolit
     Timbang BB sebelum dan sesudah prosedur
     Kaji status mental
     Monitor CT

Pasien Peritoneal Dialisis:
     Kaji temperatur, TD, denyut perifer, RR dan BB
     Kaji BUN, Creat pH, HMT, elektrolit selama prosedur
     Monitor adanya respiratory distress
     Monitor banyaknya dan penampakan cairan
            Monitor tanda-tanda infeksi









SOAL 2
A.    ANALISA DATA


No
DATA FOKUS

Data subjektif


Data Objektif


1.      -
1.      Kondisi merancau
2.      Terpasang kateter foley
3.      Produksi urine 40 ml dengan warna urine kuning gelap
4.      Terpasang iv RL 1 cc/menit
5.      Klien mual dan muntah
6.      Klien mendapat terapi O2              3 L/menit
7.      Hasil analisa gas darah :
-          pH 7,30
-          HCO3 mEq/L
-          Saturasi O2 92%
8.      Pemeriksaan tanda tanda vital :
-          Nadi : 97 x/menit
-          TD : 100/52 mmHg
-          Frekuensi napas 27 x/menit

B.     DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Gangguan pola napas berhubungan dengan peningkatan pacu dan pernapasan, penurunan pH
2.      Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan pH pada cairan serebrospinal
3.      Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah
4.      Deficit volume cairan berhubungan dengan penurunan cairan dan elektrolit serta penuruna pH dalam darah
5.      Intoleransi aktivitas berhubungan dengan keadaan/kondisi klien yang lemah
6.      Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan prosedut infasif yang diberikan , depresi system imun.




C.     RENCANA KEPERAWATAN


No
Dx. Keprawatan
Tujuan dan criteria hasil
RENCANA KEPERAWATAN

INTERVENSI

1
1.      Gangguan pola napas berhubungan dengan peningkatan pacu dan pernapasan, penurunan pH


Noc
  Respiratory status : Ventilation
  Respiratory status : Airway patency
  Vital sign Status

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24jam .pasien menunjukkan keefektifan pola nafas, dibuktikan dengan kriteria hasil:
  Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dg mudah, tidakada pursed lips)
  Menunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal)
Tanda Tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah, nadi, pernafasan)
NIC:
   Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
   Pasang mayo bila perlu
   Lakukan fisioterapi dada jika perlu
   Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
   Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
   Berikan bronkodilator :
-…………………..
…………………….
   Berikan pelembab udara Kassa basah NaCl Lembab
   Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan.
   Monitor respirasi dan status O2
  Bersihkan mulut, hidung dan secret trakea
  Pertahankan jalan nafas yang paten
  Observasi adanya tanda tanda hipoventilasi
  Monitor adanya kecemasan pasien terhadap oksigenasi
  Monitor  vital sign
  Informasikan pada pasien dan keluarga tentang tehnik relaksasi untuk memperbaiki pola nafas.
  Ajarkan bagaimana batuk efektif
  Monitor pola nafas    



2
1.      Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan pH pada cairan serebrospinal


NOC :
     Circulation status
     Electrolite and Acid Base Balance
     Fluid Balance
     Hidration
     Tissue Prefusion : renal
     Urinari elimination
Setelah dilakukan asuhan selama 2x 24 jam ketidakefektifan perfusi jaringan renal teratasi dengan kriteria hasil:
     Tekanan systole dan diastole dalam batas normal
     Tidak ada gangguan mental, orientasi kognitif dan kekuatan otot
     Na, K, Cl, Ca, Mg, BUN, Creat dan Biknat dalam batas normal
     Tidak ada distensi vena leher
     Tidak ada bunyi paru tambahan
     Intake output seimbang
     Tidak ada oedem perifer dan asites
     Tdak ada rasa haus yang abnormal
     Membran mukosa lembab
     Hematokrit dbn
     Warna dan bau urin dalam batas normal


NIC :
     Observasi status hidrasi  (kelembaban membran mukosa, TD ortostatik, dan keadekuatan dinding nadi)
     Monitor HMT, Ureum, albumin, total protein, serum osmolalitas dan urin
     Observasi tanda-tanda cairan berlebih/ retensi (CVP menigkat, oedem, distensi vena leher dan asites)
     Pertahankan intake dan output secara akurat
     Monitor TTV

Pasien Hemodialisis:
     Observasi terhadap dehidrasi, kram otot dan aktivitas kejang
     Observasi reaksi tranfusi
     Monitor TD
     Monitor BUN, Creat, HMT dan elektrolit
     Timbang BB sebelum dan sesudah prosedur
     Kaji status mental
     Monitor CT

Pasien Peritoneal Dialisis:
     Kaji temperatur, TD, denyut perifer, RR dan BB
     Kaji BUN, Creat pH, HMT, elektrolit selama prosedur
     Monitor adanya respiratory distress
     Monitor banyaknya dan penampakan cairan
            Monitor tanda-tanda infeksi


3
1.      Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah


NOC:
a.      Nutritional status: Adequacy of nutrient
b.     Nutritional Status : food and Fluid Intake
c.      Weight Control
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam nutrisi kurang teratasi dengan indikator:
     Albumin serum
     Pre albumin serum
     Hematokrit
     Hemoglobin
     Total iron binding capacity
Jumlah limfosit
-          Tidak mual muntah
-          Pemeriksaan analisa gas darah (pH, HCO3) dalam rentang batas normal
-          Tanda tanda vital dalam batas normal
-          Intake output terkendali/ adekuat
Nic
   Kaji adanya alergi makanan
   Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien
   Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi
   Ajarkan pasien bagaimana membuat catatan makanan harian.
   Monitor adanya penurunan BB dan gula darah
   Monitor lingkungan selama makan
   Jadwalkan pengobatan  dan tindakan tidak selama jam makan
   Monitor turgor kulit
   Monitor kekeringan, rambut kusam, total protein, Hb dan kadar Ht
   Monitor mual dan muntah
   Monitor pucat, kemerahan, dan kekeringan jaringan konjungtiva
   Monitor intake nuntrisi
   Informasikan pada klien dan keluarga tentang manfaat nutrisi
   Kolaborasi dengan dokter tentang kebutuhan suplemen makanan seperti NGT/ TPN sehingga intake cairan yang adekuat dapat dipertahankan.
   Atur posisi semi fowler atau fowler tinggi selama makan
   Kelola pemberan anti emetik:.....
   Anjurkan banyak minum
   Pertahankan terapi IV line
Catat adanya edema, hiperemik, hipertonik papila lidah dan cavitas oval























SOAL 3
A.    ANALISA DATA


No
DATA FOKUS

Data subjektif


Data Objektif


1.  Klien mengeluh nyeri dan pusing


1.     Nafas klien cepat dan dangkal
2.     Klien memiliki riwayat sebagai sopir bus dan sering mengkonsumsi alcohol
3.     Klien terpasang NGT dan mengeluarkan cairan berwarna hitam sebanyak500 cc
4.     Klien terpasang kateter foley
5.     Urine klien berwarna teh pekat sebanyak 100 ml sejak 6 jam lalu
6.     Nilai saturasi O2 85%
7.     Klien melena
8.     Seluruh kulit klien ikterik
9.     Hasil pemeriksaan  tanda tanda vital :
-          TD : 92/45 mmHg
-          N  : 112 x/menit
-          S  : 38,2     C
10.  Nadi teraba halus
11. Tugor kulit jelek
12. Hasil pemeriksaan laboratorium :
-          Hb 6 gr %
-          Trombosit : 120000 mm3
-          Hematokrit : 24 %
-          Leukosit :   12000 mm3
-          GDS : 135 mg/dl
-          Kalium darah  : 3



B.     DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Defisit volume cairan kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kehilangan cairan, kegagalan mekanisme regulasi
2.      Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual,muntah
3.      Gangguan perfusi jaringan berhubungan trauma/kompensasi pembulu darah,penurunan volume sirkulasi,efek vasokontriksi.
4.      Intoleransi aktifitas berhubungan dengan keadaan umum klien lemah
5.      Deficit perawatan diri berhubungan dengan ketidak adekuat klien merawat diri
6.      Gangguan rasa amandan nyaman berhubungan dengan nyeri hebat
7.      Resiko tinggi trauma berhubungan dengan infeksi sekunder
8.      Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan prosedut infasif yang diberikan , depresi system imun.
9.      Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang pengetahuan terhadap factor penyebab dan proses penyakit

C.     RENCANA KEPERAWATAN


No
Dx. Keprawatan
Tujuan dan criteria hasil
RENCANA KEPERAWATAN
INTERVENSI

1
1.      Defisit volume cairan kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kehilangan cairan, kegagalan mekanisme regulasi


NOC:
     Fluid balance
     Hydration
     Nutritional Status : Food and Fluid Intake
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam defisit volume cairan teratasi dengan kriteria hasil:
     Mempertahankan urine output sesuai dengan usia dan BB, BJ urine normal,
     Tekanan darah, nadi, suhu tubuh dalam batas normal
     Tidak ada tanda tanda dehidrasi, Elastisitas turgor kulit baik, membran mukosa lembab, tidak ada rasa haus yang berlebihan
     Orientasi terhadap waktu dan tempat baik
     Jumlah dan irama pernapasan dalam batas normal
     Elektrolit, Hb, Hmt dalam batas normal
     pH urin dalam batas normal
     Intake oral dan intravena adekuat


NIC :
o   Pertahankan catatan intake dan output yang akurat
o   Monitor status hidrasi ( kelembaban membran mukosa, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik ), jika diperlukan
o   Monitor hasil lab yang sesuai dengan retensi cairan (BUN , Hmt , osmolalitas urin, albumin, total protein )
o   Monitor vital sign setiap 15menit – 1 jam
o   Kolaborasi pemberian cairan IV
o   Monitor status nutrisi
o   Berikan cairan oral
o   Berikan penggantian nasogatrik sesuai output (50 – 100cc/jam)
o   Dorong keluarga untuk membantu pasien makan
o   Kolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih muncul meburuk
o   Atur kemungkinan tranfusi
o   Persiapan untuk tranfusi
o   Pasang kateter jika perlu
o   Monitor intake dan urin output setiap 8 jam



2
1.      Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual,muntah


NOC:
d.     Nutritional status: Adequacy of nutrient
e.      Nutritional Status : food and Fluid Intake
f.      Weight Control
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama3 x 24 jam nutrisi kurang teratasi dengan indikator:
     Albumin serum
     Pre albumin serum
     Hematokrit
     Hemoglobin
     Total iron binding capacity
Jumlah limfosit
-          Tidak mual muntah
-          Pemeriksaan analisa gas darah (pH, HCO3) dalam rentang batas normal
-          Tanda tanda vital dalam batas normal
-          Intake output terkendali/ adekuat
Nic
o    Kaji adanya alergi makanan
o    Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien
o    Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi
o    Ajarkan pasien bagaimana membuat catatan makanan harian.
o    Monitor adanya penurunan BB dan gula darah
o    Monitor lingkungan selama makan
o    Jadwalkan pengobatan  dan tindakan tidak selama jam makan
o    Monitor turgor kulit
o    Monitor kekeringan, rambut kusam, total protein, Hb dan kadar Ht
o    Monitor mual dan muntah
o    Monitor pucat, kemerahan, dan kekeringan jaringan konjungtiva
o    Monitor intake nuntrisi
o    Informasikan pada klien dan keluarga tentang manfaat nutrisi
o    Kolaborasi dengan dokter tentang kebutuhan suplemen makanan seperti NGT/ TPN sehingga intake cairan yang adekuat dapat dipertahankan.
o    Atur posisi semi fowler atau fowler tinggi selama makan
o    Kelola pemberan anti emetik:.....
o    Anjurkan banyak minum
o    Pertahankan terapi IV line
o   Catat adanya edema, hiperemik, hipertonik papila lidah dan cavitas oval

3
1.      Gangguan perfusi jaringan berhubungan trauma/kompensasi pembulu darah,penurunan volume sirkulasi,efek vasokontriksi.


NOC :
     Circulation status
     Electrolite and Acid Base Balance
     Fluid Balance
     Hidration
     Tissue Prefusion : renal
     Urinari elimination
Setelah dilakukan asuhan selama 2x 24 jam ketidakefektifan perfusi jaringan renal teratasi dengan kriteria hasil:
     Tekanan systole dan diastole dalam batas normal
     Tidak ada gangguan mental, orientasi kognitif dan kekuatan otot
     Na, K, Cl, Ca, Mg, BUN, Creat dan Biknat dalam batas normal
     Tidak ada distensi vena leher
     Tidak ada bunyi paru tambahan
     Intake output seimbang
     Tidak ada oedem perifer dan asites
     Tdak ada rasa haus yang abnormal
     Membran mukosa lembab
     Hematokrit dbn
     Warna dan bau urin dalam batas normal


NIC :
     Observasi status hidrasi  (kelembaban membran mukosa, TD ortostatik, dan keadekuatan dinding nadi)
     Monitor HMT, Ureum, albumin, total protein, serum osmolalitas dan urin
     Observasi tanda-tanda cairan berlebih/ retensi (CVP menigkat, oedem, distensi vena leher dan asites)
     Pertahankan intake dan output secara akurat
     Monitor TTV

Pasien Hemodialisis:
     Observasi terhadap dehidrasi, kram otot dan aktivitas kejang
     Observasi reaksi tranfusi
     Monitor TD
     Monitor BUN, Creat, HMT dan elektrolit
     Timbang BB sebelum dan sesudah prosedur
     Kaji status mental
     Monitor CT

Pasien Peritoneal Dialisis:
     Kaji temperatur, TD, denyut perifer, RR dan BB
     Kaji BUN, Creat pH, HMT, elektrolit selama prosedur
     Monitor adanya respiratory distress
     Monitor banyaknya dan penampakan cairan
            Monitor tanda-tanda infeksi















SOAL 4
A.    ANALISA DATA

No
DATA FOKUS

Data subjektif


Data Objektif


1.        -
1.       Kondisi klien samnolen
2.       Terpasang kateter foley
3.       Warna urine coklat dengan produksi urine 50 ml
4.       Terpasang cairan iv RL 1 cc/menit
5.       Seluruh permukaan kulit klien ikterik
6.       Klien mendapat terapi O2 sungkup 3 L/menit
7.       Hasil pemeriksaan Gas darah
-          PH 7,20
-          HCO3 16 mEq/L
8.     Saturasi O2 92 %
9.    Hasil pemeriksaan tanda tanda vital
-          Nadi : 100 x/menit
-          TD : 90/52 mmHg
-          Frekuensi nafas 27 x/menit
10.    Kadar BUN meningkat
11.    Klien asites
12.    Teraba masa keras pada abdomen kuadran I
13.    Saat ditekan wajah klien meringis
14.    Nadi klien meningkat
15.    Tangan klien mengibaskan tangan perawat saat diberi respon tekanan


B.     DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Gangguan pola napas berhubungan dengan penurunan pH,penekana pacu dan pernapasan
2.      Ganngguan perfusi jaringan berhunbungan dengan penurunan ph, penekanan pacu dan pernapasan
3.      Nyeri akut berhubungan dengan factor cidera,penurunan suplai O2
4.      Penurunan kesadaran berhubungan dengan kondisi klien samnolen




C.     RENCANA KEPERAWATAN


No
Dx. Keprawatan
Tujuan dan criteria hasil
RENCANA KEPERAWATAN
INTERVENSI

1
1.      Gangguan pola napas berhubungan dengan penurunan pH,penekana pacu dan pernapasan


Noc
  Respiratory status : Ventilation
  Respiratory status : Airway patency
  Vital sign Status

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24jam .pasien menunjukkan keefektifan pola nafas, dibuktikan dengan kriteria hasil:
  Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dg mudah, tidakada pursed lips)
  Menunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal)
Tanda Tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah, nadi, pernafasan)
NIC:
   Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
   Pasang mayo bila perlu
   Lakukan fisioterapi dada jika perlu
   Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
   Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
   Berikan bronkodilator :
-…………………..
…………………….
   Berikan pelembab udara Kassa basah NaCl Lembab
   Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan.
   Monitor respirasi dan status O2
  Bersihkan mulut, hidung dan secret trakea
  Pertahankan jalan nafas yang paten
  Observasi adanya tanda tanda hipoventilasi
  Monitor adanya kecemasan pasien terhadap oksigenasi
  Monitor  vital sign
  Informasikan pada pasien dan keluarga tentang tehnik relaksasi untuk memperbaiki pola nafas.
  Ajarkan bagaimana batuk efektif
  Monitor pola nafas    



2
1.      Ganngguan perfusi jaringan berhunbungan dengan penurunan ph, penekanan pacu dan pernapasan


NOC :
     Circulation status
     Electrolite and Acid Base Balance
     Fluid Balance
     Hidration
     Tissue Prefusion : renal
     Urinari elimination
Setelah dilakukan asuhan selama 2x 24 jam ketidakefektifan perfusi jaringan renal teratasi dengan kriteria hasil:
     Tekanan systole dan diastole dalam batas normal
     Tidak ada gangguan mental, orientasi kognitif dan kekuatan otot
     Na, K, Cl, Ca, Mg, BUN, Creat dan Biknat dalam batas normal
     Tidak ada distensi vena leher
     Tidak ada bunyi paru tambahan
     Intake output seimbang
     Tidak ada oedem perifer dan asites
     Tdak ada rasa haus yang abnormal
     Membran mukosa lembab
     Hematokrit dbn
     Warna dan bau urin dalam batas normal


NIC :
     Observasi status hidrasi  (kelembaban membran mukosa, TD ortostatik, dan keadekuatan dinding nadi)
     Monitor HMT, Ureum, albumin, total protein, serum osmolalitas dan urin
     Observasi tanda-tanda cairan berlebih/ retensi (CVP menigkat, oedem, distensi vena leher dan asites)
     Pertahankan intake dan output secara akurat
     Monitor TTV

Pasien Hemodialisis:
     Observasi terhadap dehidrasi, kram otot dan aktivitas kejang
     Observasi reaksi tranfusi
     Monitor TD
     Monitor BUN, Creat, HMT dan elektrolit
     Timbang BB sebelum dan sesudah prosedur
     Kaji status mental
     Monitor CT

Pasien Peritoneal Dialisis:
     Kaji temperatur, TD, denyut perifer, RR dan BB
     Kaji BUN, Creat pH, HMT, elektrolit selama prosedur
     Monitor adanya respiratory distress
     Monitor banyaknya dan penampakan cairan
            Monitor tanda-tanda infeksi






















Tidak ada komentar:

Posting Komentar