Sabtu, 21 April 2018

Elemen Penilaian HPK

Elemen Penilaian HPK 1.

1) Ada regulasi tentang hak dan kewajiban pasien dan keluarga (lihat juga  TKRS 12.1 EP 1; dan TKRS 12.2 EP 2).
R : Regulasi tentang hak pasien dan keluarga.
2) Pimpinan rumah sakit memahami hak serta kewajiban pasien dan keluarga sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
W : Wawancara Direktur; Kepala bidang / divisi; Kepala unit pelayanan; Staf RS.
3) Rumah sakit menghormati hak serta kewajiban pasien dan dalam kondisi tertentu terhadap keluarga pasien bahwa pasien memiliki hak untuk menentukan informasi apa saja yang dapat disampaikan pada keluarga dan pihak (D,W).
W : Wawancara Direktur; Kepala bidang / divis; Kepala unit pelayanan; staf RS.
4) Semua staf memperoleh edukasi dan memahami tentang hak serta kewajiban pasien dan keluarga, juga dapat menjelaskan tanggung jawabnya melindungi hak pasien. (D,W).
D : Bukti pelaksanaan pelatihan tentang hak dan kewajiban pasien.
W : Kepala Diklat; Staf RS.

HPK snars 2018

https://galihendradita.files.wordpress.com/2018/02/hpk-snars-2018.pptx

Virus Zika



Persyaratan Rumah Sakit Kelas A

Persyaratan minimal yang harus dipenuhi sebagai Rumah Sakit Kelas A berdasarkan Permenkes Nomor 56 Tahun 2014 adalah:

1. Pelayanan Medik

a. Pelayanan Medik

Pelayanan medik minimal yang harus dipenuhi adalah :
  1. Pelayanan Gawat Darurat 24 jam terus menerus.
  2. Pelayanan Medik Spesialis Dasar meliputi pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, dan obstetri dan ginekologi.
  3. Pelayanan Medik Spesialis Penunjang meliputi pelayanan anestesiologi, radiologi, patologi klinik, patologi anatomi, dan rehabilitasi medik.
  4. Pelayanan Medik Spesialis Lain meliputi pelayanan mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf, jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, kedokteran jiwa, paru, orthopedi, urologi, bedah syaraf, bedah plastik, dan kedokteran forensik.
  5. Pelayanan Medik Subspesialis meliputi pelayanan subspesialis di bidang spesialisasi bedah, penyakit dalam, kesehatan anak, obstetri dan ginekologi, mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf, jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, kedokteran jiwa, paru, orthopedi, urologi, bedah syaraf, bedah plastik, dan gigi mulut.
  6. Pelayanan Medik Spesialis Gigi dan Mulut meliputi pelayanan bedah mulut, konservasi/endodonsi, periodonti, orthodonti, prosthodonti, pedodonsi, dan penyakit mulut.

Persyaratan Rumah Sakit Kelas B

Persyaratan minimal yang harus dipenuhi sebagai Rumah Sakit Kelas B berdasarkan Permenkes Nomor 56 Tahun 2014 adalah:

1. Pelayanan Medik

a. Pelayanan Medik

Pelayanan Medik yang diberikan oleh Rumah Sakit Umum kelas B paling sedikit
meliputi:
  1. Pelayanan gawat darurat  24 terus menerus.
  2. Pelayanan medik spesialis dasar meliputi pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, dan obstetri dan ginekologi.
  3. Pelayanan medik spesialis penunjang meliputi pelayanan anestesiologi, radiologi, patologi klinik, patologi anatomi, dan rehabilitasi medik.
  4. Pelayanan medik spesialis lain paling sedikit berjumlah 8 (delapan) pelayanan dari 13 (tiga belas) pelayanan yang meliputi pelayanan mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf, jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, kedokteran jiwa, paru, orthopedi, urologi, bedah syaraf, bedah plastik, dan kedokteran forensik.
  5. Pelayanan medik subspesialis paling sedikit berjumlah 2 (dua) pelayanan subspesialis dari 4 (empat) subspesialis dasar yang meliputi pelayanan subspesialis di bidang spesialisasi bedah, penyakit dalam, kesehatan anak, dan obstetri dan ginekologi.
  6. Pelayanan medik spesialis gigi dan mulut paling sedikit berjumlah 3 (tiga) pelayanan yang meliputi pelayanan bedah mulut, konservasi/endodonsi, dan orthodonti.

Persyaratan Rumah Sakit Kelas C

Persyaratan minimal yang harus dipenuhi sebagai Rumah Sakit Kelas C berdasarkan Permenkes Nomor 56 Tahun 2014 adalah:

1. Pelayanan medik;

a. Pelayanan medik

Pelayanan Medik yang diberikan oleh Rumah Sakit Umum kelas C paling sedikit meliputi:
  1. Pelayanan gawat darurat  24 jam secara terus menerus.
  2. Pelayanan medik umum meliputi pelayanan medik dasar, medik gigi mulut, kesehatan ibu
    dan anak, dan keluarga berencana.
  3. Pelayanan medik spesialis dasar meliputi pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, dan obstetri dan ginekologi.
  4. Pelayanan medik spesialis penunjangmeliputi pelayanan anestesiologi, radiologi, dan patologi klinik.
  5. Pelayanan medik spesialis gigi dan mulut paling sedikit berjumlah 1 (satu) pelayanan.

Jumat, 08 September 2017

Memasang, Perawatan, Pelepasan Selang Nasogastrik (NGT) dan pemberian Nutrisi, di dalan Keperawatan

1.      Pengertian Nasogastrik (NGT)
Melakukan pemasangan dari rongga hidung ke lambung
2.      Tujuan
a.       Memasukkan makanan cair atau obat-obat atau padat yang dicairkan atau padat yang dicairkan
b.      Mengeluarkan cairan atau isi lambung dan gas yang ada dalam lambung
c.       Mengirigasi karena perdarahan atau keracunan dalam lambung
d.      Mencegah atau mengurangi mual dan muntah setelah pembedahan atau trauma.
e.       Mengambil spesimen pada lambung untuk studi laboratorium.

PEMASANGAN NGT

PENGERTIAN

Tindakan pemasangan Selang Nasogastrik tube (NGT) adalah proses medis yaitu memasukkan selang plastik ( selang nasogastrik, NGT) melalui hidung, melewati tenggorokan dan terus sampai ke dalam lambung.

SOP MEMBANTU MEMBERIKAN MAKANAN DAN MINUMAN PER ORAL (ENTERAL)

Pengertian : Memenuhi kebutuhan nutrisi pasien dengan memberikan bantuan sesuai dengan  kebutuhan tubuh pasien untuk proses kehidupan .
Tujuan : Kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi

Kamis, 07 September 2017

Rumus Cara Menghitung Berat Badan Ideal Pria dan Wanita

Berat tubuh ideal pastinya jadi idaman tiap-tiap orang baik itu pria ataupun wanita. Mempunyai berat ideal bakal tingkatkan rasa yakin diri dalam aktiftas keseharian ataupun dalam kebiasaan pekerjaan. Banyak pula yang bertanya-tanya dalam hati mereka apakah berat tubuh mereka telah ideal atau belum?. Tahu berat tubuh ideal tak dapat cuma merujuk pada berat hasil timbangan saja. Menurut tubuh kesehatan dunia ada standard berat tubuh hingga seorang dapat disebutkan sudah mempunyai berat yang ideal.  Butuh juga di ketahui untuk memastikan berat tubuh itu ada rumus yang dapat dipakai. Umpamanya rumus yang kerap jadikan referensi yakni rumus BMI (body mess index) serta Brocha. Ke-2 rumus itu sangatlah umum jadikan alat kalkulasi tubuh ideal. 

Jumat, 11 Agustus 2017

mengukur intake dan output PENGUKURAN ASUPAN DAN HALUARAN

Asupan atau intake suatu tindakan mengukur jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh.
Haluaran atau output adalah suatu tindakan mengukur jumlah cairan yang keluar dari tubuh.
Tujuan :
1. Menentukan status keseimbangan cairan tubuh klien
2. Menentukan tingkat dehidrasi klien
3. Memudahkan control terhadap keseimbangan cairan
4. Memberikan data untuk menunjukan efek deuretik atau terapi rehidrasi
Indikasi ;
1. Oedema
2. Turgor kulit
Kontra Indikasi :
Intake Cairan ;

Apa itu Muntah: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Apa itu Muntah?

Muntah adalah keluarnya makanan secara paksa dari perut melalui tenggorokan. Makanan keluar dari mulut, atau kadang melalui hidung. Muntah dapat terjadi dengan sengaja atau tidak, dan lebih dilihat sebagai gejala daripada sebuah kondisi.
Banyak orang cenderung bingung dalam membedakan rasa mual dan muntah, sebab keduanya biasa muncul bersamaan. Namun, keduanya berbeda. Mual adalah sensasi ingin muntah dan selalu mendahului, sebelum seseorang muntah, namun tidak semua rasa mual membuat makanan keluar secara paksa. Sebaliknya, muntah juga tidak selalu dibarengi dengan mual.
Muntah juga berbeda dengan regurgitasi, yaitu naiknya kembali makanan yang belum tercerna melalui mulut dan hidung. Ini berarti makanan belum sampai ke lambung. Regurgitasi adalah proses pencernaan umum pada hewan.

Kesehatan Selain Bermanfaat, Transfusi Darah Juga Berisiko

Transfusi darah adalah proses penyaluran darah ke tubuh Anda. Langkah medis ini dilakukan untuk menyelamatkan nyawa Anda ketika tubuh kekurangan darah.
Banyak manfaat dari transfusi darah. Meski begitu, risiko yang bisa Anda terima pun tidak sedikit.
selain bermanfaat transfusi darah juga berisiko - alodokter

TERAPI INTRAVENA pemasangan infus

TERAPI INTRAVENA

  1. Definisi
Terapi intravena adalah tindakan yang dilakukan dengan cara memasukkan cairan, elektrolit, obat intravena dan nutrisi parenteral ke dalam tubuh melalui intravena. Tindakan ini sering merupakan tindakan life saving seperti pada kehilangan cairan yang banyak, dehidrasi dan syok, karena itu keberhasilan terapi dan cara pemberian yang aman diperlukan  pengetahuan dasar tentang keseimbangan cairan dan elektrolit serta asam basa. Tindakan ini merupakan metode efektif dan efisien dalam memberikan suplai cairan ke dalam kompartemen intravaskuler. Terapi intravena dilakukan berdasarkan order dokter dan perawat bertanggung jawab dalam pemeliharaan terapi yang dilakukan. Pemilihan pemasangan terapi intravena didasarkan  pada beberapa faktor, yaitu tujuan dan lamanya terapi, diagnosa pasien, usia, riwayat kesehatan dan kondisi vena pasien. Apabila pemberian terapi intravena dibutuhkan dan diprogramkan oleh dokter, maka perawat harus mengidentifikasi larutan yang benar, peralatan dan prosedur yang dibutuhkan  serta mengatur dan mempertahankan sistem.

cara menghitung tetesan infus

Rumus Tetesan Infus – Setiap ahli medis harus tahu bagaimana cara menghitung tetesan infus dengan tepat dan benar. Menghitung tetesan infus tidak boleh dilakukan sembarangan karena bisa sangat berbahaya. Untuk itu harus memakai dasar karena ada cairan yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien.

INFUS CAIRAN INTRAVENA (Macam-Macam Cairan Infus)

Infus cairan intravena (intravenous fluids infusion) adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh, melalui sebuah jarum, ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh.
Secara umum, keadaan-keadaan yang dapat memerlukan pemberian cairan infus adalah:
  1. Perdarahan dalam jumlah banyak (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)
  2. Trauma abdomen (perut) berat (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)
  3. Fraktur (patah tulang), khususnya di pelvis (panggul) dan femur (paha) (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)
  4. “Serangan panas” (heat stroke) (kehilangan cairan tubuh pada dehidrasi)
  5. Diare dan demam (mengakibatkan dehidrasi)
  6. Luka bakar luas (kehilangan banyak cairan tubuh)
  7. Semua trauma kepala, dada, dan tulang punggung (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)

kti m.wahyu putra

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Indonesia di lingkungan ASEAN merupakan negara dengan angka kematian ibu dan perinatal tertinggi yang berarti kemampuan untuk memberikan pelayanan kesehatan masih memerlukan perbaikan yang bersifat menyeluruh dan lebih bermutu. Persalinan di Indonesia setiap tahunnya diperkirakan sekitar 5.000.000 jiwa dapat dijabarkan bahwa angka kematian ibu sebesar 15.000-15.500 setiap tahunnya (Manuaba, 2010: 3)

Minggu, 30 Juli 2017

PROSEDUR FISIOTERAPI DADA/POSTURAL DRAINAGE



A. Pengertian
Fisioterapi dada merupakan tindakan keperawatan dengan melakukan drainase postural, tepukan dan vibrasi pada pasien yang mengalami gangguan sistem pernafasan.
B. Tujuan
Tindakan ini bertujuan meningkatkan efisiensi pola pernafasan dan membersihkan jalan nafas.

Faring : Pengertian, Struktur, Fungsi, Bagian



PENGERTIAN FARING
Faring adalah saluran berbentuk seperti tabung kerucut yang dimulai dari bagian belakang hidung dan rongga mulut sampai dengan bagian sebelum trakea (batang tenggorokan) dan esofagus (Tabung yang terhubun ke lambung). Bagian faring semakin menyempit dari awal ke akhir sehingga menyerupai sebuah corong Faring termasuk ke dalam bagian dari sistem pernapasan juga bagian dari sistem pencernaan. Kata faring berasal dari bahasa yunani yaitu Pharynx yang artinya tenggorokkan. Faring umumnya memiliki panjang sekitar 12 - 15 cm.

PENGUKURAN TANDA2 VITAL (VITAL SIGN



Mengukur Suhu Oral
A1
Pengertian
Mengukur suhu tubuh dengan menggunakan thermometer yang di tempatkan di mulut.
Tujuan
Mengetahui suhu tubuh klien untuk menentukan tindakan keperawatan dan membantu menentukan diagnosis.