TERAPI BERMAIN
Bermain merupakan suatu bahasa yang paling universal,
meskipun tidak pernah dimasukkan sebagai salah satu dari ribuan bahasa yang ada
didunia. Melalui bermain anak-anak dapat mengekspresikan apapun yang mereka
inginkan. Anak-anak bermain sepanjang waktu yang mereka miliki
Dilihat dari sudut pandang psikologi mulai akhir tahun
1800-an bermain dipandang sebagai aktivitas yang penting untuk anak.
Sebelumnya bermain hanya dipandang sebagai ekspresi dari
kelebihan energi yang dimiliki anak-anak atau sebagai bagian dari ritual budaya
dan agama. Menurut Groos ( Schaefer, et al 1991 ) bermain dipandang sebagai
ekspresi insting untuk berlatih peran dimasa mendatang yang penting untuk
bertahan hidup. Menurut Hall tidak ada alat yang dapat mengungkap jiwa anak
sebalik permainan boneka.
KONSEP BERMAIN
Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarela
untuk memperoleh keuntungan /kesenagna/kepuasan. Bermain merupakan cerminan
kemampuan isik, intelektual, emosional, dan sosial. Bermain merupakan media
yang baik untuk belajar serta bersosalisasi bagi anak karena dengan bermain,
anak-anak akan berkata-kata ( berkomunikasi ) belajar menyesuaikan diri dengan
lingkungannya, melakukan apa yang dapat dilakukannya dan mengenali waktu, jarak
serta suara.
Bermain sama dengan bekerja pada orang tua, merupakan
aspek terpenting dalam kehidupan anak serta merupakan satu cara yang paling
efektif untuk menurunkan stres pada anak dan penting untuk kesejahteraan mental
dan emosional anak.
Bermain adalah bagian integral dari masa kanak-kanak
media yang unik untuk memfasilitasi perkembangan ekspresi, bahasa, ketrampilan
komunikasi, perkembangan emosi, ketrampilan pengambilan keputusan, dan
perkembangan kognitif pada anak-anak ( landreth )
Bermain adalah media untuk eksplorasi dan penemuan
hubungan interpersonal, eksperimen dalam peran orang dewasa dan memahami
perasaanya sendiri.
Bermain hádala bentuk ekspresi diri yang paling
lengkap yang pernah dikembangkan manusia.
Bermain adalah rangkaian prilaku yang Sangat kompleks
dan multi dimensional yang berubah secara signifikan seiring pertumbuhan dan
perkembangan anak, yang lebih mudah untuk diamati dari pada untuk
diidentifikasi dengan kata-kata.
Bermain adalah statu situasi dimana ego dapat
bertansaksi dengan pengalaman dengan menciptakan situasi model dan juga dapat
menguasai realitas melalui percobaan dan perencanaan ( Ericsson )
Bermain dibedakan dari prilaku yang lain dalam hal :
Definisi permainan
Permainan adalah pembiaran pergi, kebebasan untuk
mengalami, membenamkan seseorang secara total dalam momen tersebut sehingga
tidak ada lagi beda antara diri dan objek dari diri sendiri dan orang lain.
Energi, hidup, spirit, kejutan, peleburan, kesadaran, pembaharuan, semuanya
adalah koalitas dalam permainan ( Moustakas )
Menurut Garfey dan piaget permainan haruslah :
menyenangkan, spontan sukarela motivasinya intinsik, flexible, berkait dengan
pertumbuhan fisik dan kognitif.
Jadi permainan adalah aktifitas yang mengandung
motivasi intrinsik, memberi kesenangan dan kepuasan bagi siapa yan g terlibat
dan dipilih secara suka rela.
Definisi Terapi Bermain
Terapi bermain adalah hubunga interpersonal yang
dinamis antara anak dengan terapis yang terlatih dalam prosedur terapi bermain
yang menyediakan materi permainan yang dipilih dan memfasilitasi perkembangan
statu hubunga yang aman bagi anak untuk sepenuhnya mengekspresikan dan
eksplorasi dirinya ( perasaan, pikiran, pengalaman, dan prilakunya ) melalui
media bermain. ( landreth )
Terapi bermain adalah penggunaan secara sistemik dari
model teoritis untuk memantapkan proses interpersonal dimana terapis
menggunakan kekuatan terapiutik permainan untuk membantu klien mencegah atau
menyelesaikan kesulitan-kesulitan psikososial dan mencapai pertumbuhan dan
perkembangan yang optimal. ( internacional assocation for play therapy / API ).
Beberapa definisi terapi bermain mengarah pada
beberapa hal penting, yaitu :
- Tipe dan jumlah permainan yang digunakan
- Konteks permainan
- Participan yang terlibat
- Urutan permainan
- Ruang yang digunakan
- Gaya bermain
- Tingkat usaha yang dicurahkan dalam permainan
Jadi terapi bermain adalah pemanfaatan permainan
sebagai media yang efektif oleh terapis untuk membantu klien mencegah atau
menyelesaikan kesulitan-kesulitan psikososial dan mencapai pertumbuhan dan
perkembangan yang optimal, melalui kebebasan eksplorasi dan ekspresi diri.
FUNGSI BERMAIN
- perkembangan kognitif
- perkembangan sensori motorik
- perkembangan social
- kesadaran diri dan kreatifitas
- perkembangan moral
- komunikasi
KLASUFIKASI BERMAIN BERDASARKAN ISI PERMAINAN
- social affective play
inti permainan ini adalah adanya
huungan interpersonal yanga menyenagkan antara anak dan orang lain. Permainan
yang biasa dilakukan adalah ” ciluk ba ” berbicara sambil tersenyum atau
tertawa atau sekedar memberikan tangan pada bayi untuk menggenggamnya tetaapi
dengan didiringi berbicara sambil tersenyum dan tertawa. Bayi/anak akan mencoba
berespon terhadap tingkah laku orang tuanya atau orang dewasa tersebut,
misalnya dengan tersenyum, tertawa, atau mengoceh. Bayi ataua anak akan
mendapatkan kepuasan dan kesenangan dari hubungan yang menyenangkan dengan
orang tuanya atau orang lain.
- senseof pleasure play
permainan ini menggunakan alat yang
dapat menimbulkan rasa senang pada anak dan biasanya mengasikkan misalnya
dengan menggunakan pasir, anak akan membuat gunung-gunungan atau benda-benda
apa saja yang dapat dibentuknya dengan pasir. Bisa juga dengan menggunakan air
anak akan melakukan macam-macam permainan misalnya memindahkan air ke botol,
bak atau tempat lain. Ciri khas permainan ini adalah anak akan semakin lama
semakin asik bersentuhan dengan alat permainan ini dan dengan permainan yang
dilakukannya sehingga susah dihentikan.
- skill play
permainan ini akan meningkatkan
kemampuan anak khususnya mtorik kasar dan halus misalnya bay akan terampil
memegang benda-benda kecil, memindahkan benda dari satu tempat ke tempat lain
dan anak akan terampil naik sepeda. Keterampilan tersebut diperoleh melalui
pengulangan kegiatan permainan yang dilakukan, semakin sering melakukan latihan
anak akan semakin terampil.
- games atau permainan
permainan ini menggunakan alat tertentu
yang menggunakan perhitungan atau skor, bisa dilakuakn oleh anak sendiri atau
dengan temannya . permainan ini banyak sekali jenisnya baik yang tradisional
maupun yang modern, misalnya ular tangga, cangklok, puzzle, dan lain-lain.
- unoccupied behavior
pada saat tertentu anak sering terlihat
mondar-madir, tersenyum, tertawa, jinjit-jinjit, bungkuk-bungkuk, memainkan
kursi, meja atau apa saja yang ada disekelilingnya, jadi sebenarnya anak tidak
memainkan alat permainan tertentu tetapi situasi atau obyek disekelilingnya
yang digunakannya sebagai alat permainan. Anak tampak senang, gembira dan asik
dengan situasi serta lingkungan tersebut.
- dramatic play
pada permainan ini anak memainkan peran
sebagai orang lain melalui permainannya. Anak berceloteh ambil berpakaian
meniru orang dewasa misalnya guru, ibunya, ayahnya, kakaknya dan sebagainya
yang ingin dia tiru. Apabila anak bermain dengan temannya akan terjadi
percakapan diatara mereka tentang peran orang yang mereka tiru. Permainan ini
penting untuk proses identifikasi anak terhadap peran tertentu.
KLASIFIKASI BERMAIN BERDASARKAN
KARAKTER SOSIAL
- onlooker play
pada jenis permainan ini, anak hanya
mengamati temannya yang sedang bermain tanpa ada inisiatif untuk ikut
berpartisipasi dalam permainan. Jadi anak tersebut bersifat pasif tetapi ada
proses pengamatan terhadap permainan yang sedang dilakukan temannya.
- solitary play
pada permainan ini anak tampak berada
dalam kelompok permainan tetapi anak bermain sendiri dengan alat permainan yang
dimilikinya dan alat permainan tersebut berbeda dengan alat permainan yang
digunakan temannya, tidak ada kerja sama ataupun komunikasi dengan teman
sepermainannya.
- paralel play
pada permainan ini anak akan dapat
menggunakan alat permainan yang sama tetapi antara anak satu dengan anak yang
lain tidak ada sosialisasi satu sama lain.
- associative play
pd permainan ini sudah terjadi komunikasi
antara satu anak dengan anak yang lain tetapi tidak terorganisasi, tidak ada
pemimpin atau yang memimpin permainan dan tujuan permainan tidak jelas, contoh
permainan ini adalah bermain boneka, hujuan-hujanan dan masak-masakan.
- cooperative play
aturan permainan dalam kelompok tampak
lebih jelas pada permainan jenis ini, tujuan dan pemimpin permainan. Anak yang
memimpin permainan mengatur dan mengarahkan anggotanya untuk bertidak dalam
permainan sesuai dengan tujuan yang diharapkan dalam permainan tersebut.
Misalnya pada permainan sepak bola, ada anak yang memimpin permainan, aturan
main harus dapat mencapai tujuan bersama yaitu memenangkan permainan dengan
memasukkan bola ke gawang lawan mainnya.
KLASIFIKASI BERMAIN BERDASARKAN KELOMPOK USIA ANAK
- anak usia bayi
permainan untuk anak usia bayi dibagi
menjadi bayi usia 0-3 bulan, 4-6 bulan dan 7-9 bulan. Permainan yang sesuai dngan anak usia bayi adalah social
efektive play & sense of pleasure play. Permainan yang baik bagi bayi
adalah permainan yang berfungsi sebagai stimulasi perkembangan bayi :
- stimulasi visual, warna terang dan cerah
- stimulasi pendengaran, lonceng, musik, gemerincing
- stimulasi sentuhan, belaian, sentuhan
- stimulasi kinetik : mainan yang ditarik atau didorong
- anak usia todler ( > 1 thun s.d 3 tahun )
permainan
yang sesuai untuk anak usia toddler adalah solitary play dan parallel play,
contoh : boneka, kerteta tarik, alat masak, bola berbagai ukuran, buku cerita
bergambar, crayon, pasir, tanah, laut
- anak usia prasekolah ( > 3 tahun s.d 6 tahun )
permainan
yang sesuai untuk anak usia prasekolah adalah assosiative play, dramatic play,
skill play. Permainan yang menggunakan kemampuan motorik ( skill play ) banyak
dipilih anak usia prasekolah. Contoh : sepeda roda tiga, alat masak, olahraga,
berenang, balok berbagai ukuran, alat hitung, crayon, buku gambar dengan
kalimat sederhana, boneka tangan, mobil, kapal terbang.
- anak usia sekolah ( 6 s.d 12 tahun )
karakteristik permainan untuk anak usia
sekolah dibedakan menurut jenis kelaminnya. Permainan yang sesuai untuk anak
usia sekolah adalah cooperative play. Contoh 6-8 tahun : puzzel, kartu, buku,
alat melukis, sepeda. 8-12 tahun : buku, koleksi perangko, kartu, olahraga,
pekerjaan tangan.
- anak usia remaja ( 13 s.d 18 tahun )
pada prinsipnya bermain tidak hanya
sekedar mencari kesenangan dan meningkatkan perkembangan fisioemosional, tetapi
juga lebih mengarah menyalurkan minat, bakat, dan aspirasi serta membantu
remaja untuk menemukan identitas pribadinya. Bentuk permainan bersifat
terapiutik, contoh : olahraga, musik, menggambar/melukis, permainan
video/komputer, drama.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
AKTIVITAS BERMAIN
1. tahap
pekembangan anak
aktivitas yang dilakukan anak yang
tepat sesuai dengan tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak, tentunya
permainan anak usia bayi tidak lagi efektif untuk pertumbuhan dan perkembangan
anak usia sekolah. Demikian juga sebaliknya karena pada dasarnya permainan
adalah alat stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak, dengan demikian
orangtua dan perawat harus mengetahui dan memberikan jenis permainan yang tepat
untuk setiap tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak ( supartini )
2. status
kesehatan anak
untuk melakukan aktivitas bermain
diperlukan energi walaupun demikian bukan berarti anak tidak perlu bermain pada
saat sedang sakit, kebutuhan bermainpada anak sama halnya dengan kebuthan
bekerja pada orang dewasa, yang penting pada saat kondisi anak sedang menurun
atau terkena sakit bahkan dirawat dirumah sakit, orang
3. lingkungan yang
mendukung
terselenggaranya aktivitas bermain yang
baik untuk perkembangan anak salah satinya dipengaruhi oleh nilai moral, budaya
dan lingkunan fisik rumah, keyakinan keluarga tentang moral dan budaya juga
mempengaruhi bagaimana anak dididik melalui permainan. Fasilitas bermain tidak
selalu harus yang dibeli di toko atau mainan yang sudah jadi tapi yang
diutamakan bisa menstimulasi imajinasi dan kreativitas anak, bahkan sering kali
mainan tradisional yang dibuat sendiri dari benda” sekitar kehidupan anak akan
lebih merangsang anak untuk kreatif, ementara lingkungan fisik sekitar rumah
lebih banyak mempengaruhi ruang gerak anak untuk melakukan aktivitas fisik dan
motorik. Lingkungan rumah yang cukup luas untuk bermain memungkinkan anak untuk
mempunyai cukup ruang gerak untuk bermain, berjalan, mondar-mandir, berlari,
melompat dan bermain dengan teman ekelompoknya.
4. alat dan jenis
permainan yang cocok
orang tua harus bijaksana memberikan
alat permainan kepada anak, pilih yang sesuai dengan tahapan tumbang anak.
Label yang tertera pada mainan harus dibaca terlebih dahul sebelum membelinya,
apakah minan tersebut sesuai dengan usia anak. Alat permainan yang harus
didorong dan ditarik dan dimanipulasi akan mengajarkan anak untuk dapat
mengembangkan kemampuan dan koordinasi alat gerak. Permainan membantu anak
untuk meningkatkan kemampuan dalam mengenal norma dan aturan serta aturan
interaksi sosial dengan orang lain.
PENGARUH BERMAIN BAGI PERKEMBANGAN ANAK
- perkembangan fisik
bermain aktif penting bagi anak untuk
mengembangkan otot dan melatih seluruh bagian tubuhnya, bermain juga berfungsi
sebagaipenyaluran tenaga yang berlebihan yang bila terpendam terus akan membuat
anak tegang, gelisah dan mudah tersinggung
- dorongan berkomonikasi
agar dapat bermain dengan baik bersama
yang lain anak harus belajar berkomunikasi dalam arti mereka dapat mengerti dan
sebaliknya mereka harus belajar mengertia apa yang dikomunikasikan anak lain
- penyaluran energi bagi emosi yeng terpendam
bermain merupakan sarana bagi anak
untuk menyalurkan ketegangan yang disebabkan oleh pembatasan lingkungan
terhadap perilaku manusia
- penyaluran kebutuhan dan keinginan
kebutuhan dan keinginan yang tidak
dapat dipenuhi dengan cara lain seringkali dapat dipenuhi dengan bermain. Anak
yang tidak mampu mencapai peran pemimpin dalam kehidupan nyata mungkin akan
memperoleh pemenuhan keinginan itu dengan menjadi pemimpin tentara mainan
- sumber belajar
bermain memberi kesempatan untuk
mempelajari hala melali buku, televisi, atau menjelajah lingkungan yang tidak
diperoleh anak dari belajar di rumah atau di sekolah
- rangsangan bagi kreativitas
melalui eksperimentasi dalam bermain
anak” menemukan bahwa merancang sesuatu yang baru dan berbeda dapat menimbulkan
kepuasan, selanjutnya mereka dapat mengalihkan minat kreativitasnya ke situasi
diluar dunia bermain.
- perkembangan wawasan diri
dengan bermain anak mengetahui tingkat
kemampuannya dibandingkan dengan temannya bermain. Ini memungkinkan mereka
untuk mengembangkan konsep dirinya dengan lebih pasti dan nyata.
- belajar bermasyarakat
dengan bermain bersama anak lain mereka
belajar bagaimana membentuk hubungan sosial dan bagaimana menghadapi dan
memecahkan masalah yang timbul dalam hubungan tersebut.
- standar moral
walaupun anak belajar di rumah dan
disekolah tentang apa saja yang dianggap baik dan buruk oleh kelompok tidak ada
pemaksaan standar moral paling teguh selain dalam kelompok bermain
- belajar bermain sesuai dengan peran jenis kelamin
anak belajar dirumah dan disekolah
mengenai apa saja peran jenis kelamin yang disetujui, akan tetapi mereka segera
menyadari bahwa mereka juga harus menerimanya bila ingin menjadi anggota
kelompok bermain.
- perkembangan ciri kepribadian yang diinginkan
oleh hubungan dengan anggota kelompok
teman sebaya dalam bermain , anak belajar bekerja sama, murah hati, jujur,
sportif dan disukai orang.
BERMAIN DI RUMAH SAKIT
Tujuan
- melanjutkan tumbuh kembang selama hospitalisasi
- mengembangkan kreatifitas pengalaman bermain yang tepat
- beradaptasi efektif terhadap stres karena hospitalisasi
prisip Bermain di Rumah Sakit
- tidak banyak memerlukan/mengabiskan energi, singkat, sederhana
- pertimbangkan keamanan, serta cross infection
- kelompok umur sama
- jenisnya tidak bertentangan dengan pengobatan
- melibatkan orang tua /keluarga
keuntungan Bermain di Rumah Sakit
- meningkatkan hubungan perawat-klien
- memulihkan kemandirian
- mengekspresiakan rasa tertekan
- meningkatkan penguasaan pengalaman yang teraapiutik
- menurunkan stres
- membina prilaku positif di rumah sakit
- alat komunikasi perewat-klien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar