Minggu, 30 Juli 2017

TERAPI BERMAIN



TERAPI BERMAIN
Bermain merupakan suatu bahasa yang paling universal, meskipun tidak pernah dimasukkan sebagai salah satu dari ribuan bahasa yang ada didunia. Melalui bermain anak-anak dapat mengekspresikan apapun yang mereka inginkan. Anak-anak bermain sepanjang waktu yang mereka miliki
Dilihat dari sudut pandang psikologi mulai akhir tahun 1800-an bermain dipandang sebagai aktivitas yang penting untuk anak.

Sebelumnya bermain hanya dipandang sebagai ekspresi dari kelebihan energi yang dimiliki anak-anak atau sebagai bagian dari ritual budaya dan agama. Menurut Groos ( Schaefer, et al 1991 ) bermain dipandang sebagai ekspresi insting untuk berlatih peran dimasa mendatang yang penting untuk bertahan hidup. Menurut Hall tidak ada alat yang dapat mengungkap jiwa anak sebalik permainan boneka.
KONSEP BERMAIN
Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh keuntungan /kesenagna/kepuasan. Bermain merupakan cerminan kemampuan isik, intelektual, emosional, dan sosial. Bermain merupakan media yang baik untuk belajar serta bersosalisasi bagi anak karena dengan bermain, anak-anak akan berkata-kata ( berkomunikasi ) belajar menyesuaikan diri dengan lingkungannya, melakukan apa yang dapat dilakukannya dan mengenali waktu, jarak serta suara.
Bermain sama dengan bekerja pada orang tua, merupakan aspek terpenting dalam kehidupan anak serta merupakan satu cara yang paling efektif untuk menurunkan stres pada anak dan penting untuk kesejahteraan mental dan emosional anak.
Bermain adalah bagian integral dari masa kanak-kanak media yang unik untuk memfasilitasi perkembangan ekspresi, bahasa, ketrampilan komunikasi, perkembangan emosi, ketrampilan pengambilan keputusan, dan perkembangan kognitif pada anak-anak ( landreth )
Bermain adalah media untuk eksplorasi dan penemuan hubungan interpersonal, eksperimen dalam peran orang dewasa dan memahami perasaanya sendiri.
Bermain hádala bentuk ekspresi diri yang paling lengkap yang pernah dikembangkan manusia.
Bermain adalah rangkaian prilaku yang Sangat kompleks dan multi dimensional yang berubah secara signifikan seiring pertumbuhan dan perkembangan anak, yang lebih mudah untuk diamati dari pada untuk diidentifikasi dengan kata-kata.
Bermain adalah statu situasi dimana ego dapat bertansaksi dengan pengalaman dengan menciptakan situasi model dan juga dapat menguasai realitas melalui percobaan dan perencanaan ( Ericsson )
Bermain dibedakan dari prilaku yang lain dalam hal :
*Ditujukan demi kesenangan sendiri
*Fokus lebih pada makna dari pad hasil akhir
*Diarahkan pada eksplorasi subjek untuk melakukan sesuatu pada objek
*Tanpa mengharapkan hail serius
*Tidak diatur oleh aturan eksternal
*Adanya ketertarikan aktif dari pemainnya
Definisi permainan
Permainan adalah pembiaran pergi, kebebasan untuk mengalami, membenamkan seseorang secara total dalam momen tersebut sehingga tidak ada lagi beda antara diri dan objek dari diri sendiri dan orang lain. Energi, hidup, spirit, kejutan, peleburan, kesadaran, pembaharuan, semuanya adalah koalitas dalam permainan ( Moustakas )
Menurut Garfey dan piaget permainan haruslah : menyenangkan, spontan sukarela motivasinya intinsik, flexible, berkait dengan pertumbuhan fisik dan kognitif.
Jadi permainan adalah aktifitas yang mengandung motivasi intrinsik, memberi kesenangan dan kepuasan bagi siapa yan g terlibat dan dipilih secara suka rela.
Definisi Terapi Bermain
Terapi bermain adalah hubunga interpersonal yang dinamis antara anak dengan terapis yang terlatih dalam prosedur terapi bermain yang menyediakan materi permainan yang dipilih dan memfasilitasi perkembangan statu hubunga yang aman bagi anak untuk sepenuhnya mengekspresikan dan eksplorasi dirinya ( perasaan, pikiran, pengalaman, dan prilakunya ) melalui media bermain. ( landreth )
Terapi bermain adalah penggunaan secara sistemik dari model teoritis untuk memantapkan proses interpersonal dimana terapis menggunakan kekuatan terapiutik permainan untuk membantu klien mencegah atau menyelesaikan kesulitan-kesulitan psikososial dan mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. ( internacional assocation for play therapy / API ).
Beberapa definisi terapi bermain mengarah pada beberapa hal penting, yaitu :
  • Tipe dan jumlah permainan yang digunakan
  • Konteks permainan
  • Participan yang terlibat
  • Urutan permainan
  • Ruang yang digunakan
  • Gaya bermain
  • Tingkat usaha yang dicurahkan dalam permainan
Jadi terapi bermain adalah pemanfaatan permainan sebagai media yang efektif oleh terapis untuk membantu klien mencegah atau menyelesaikan kesulitan-kesulitan psikososial dan mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, melalui kebebasan eksplorasi dan ekspresi diri.
FUNGSI BERMAIN
  1. perkembangan kognitif
  2. perkembangan sensori motorik
  3. perkembangan social
  4. kesadaran diri dan kreatifitas
  5. perkembangan moral
  6. komunikasi
KLASUFIKASI BERMAIN BERDASARKAN ISI PERMAINAN
  1. social affective play
inti permainan ini adalah adanya huungan interpersonal yanga menyenagkan antara anak dan orang lain. Permainan yang biasa dilakukan adalah ” ciluk ba ” berbicara sambil tersenyum atau tertawa atau sekedar memberikan tangan pada bayi untuk menggenggamnya tetaapi dengan didiringi berbicara sambil tersenyum dan tertawa. Bayi/anak akan mencoba berespon terhadap tingkah laku orang tuanya atau orang dewasa tersebut, misalnya dengan tersenyum, tertawa, atau mengoceh. Bayi ataua anak akan mendapatkan kepuasan dan kesenangan dari hubungan yang menyenangkan dengan orang tuanya atau orang lain.
  1. senseof pleasure play
permainan ini menggunakan alat yang dapat menimbulkan rasa senang pada anak dan biasanya mengasikkan misalnya dengan menggunakan pasir, anak akan membuat gunung-gunungan atau benda-benda apa saja yang dapat dibentuknya dengan pasir. Bisa juga dengan menggunakan air anak akan melakukan macam-macam permainan misalnya memindahkan air ke botol, bak atau tempat lain. Ciri khas permainan ini adalah anak akan semakin lama semakin asik bersentuhan dengan alat permainan ini dan dengan permainan yang dilakukannya sehingga susah dihentikan.
  1. skill play
permainan ini akan meningkatkan kemampuan anak khususnya mtorik kasar dan halus misalnya bay akan terampil memegang benda-benda kecil, memindahkan benda dari satu tempat ke tempat lain dan anak akan terampil naik sepeda. Keterampilan tersebut diperoleh melalui pengulangan kegiatan permainan yang dilakukan, semakin sering melakukan latihan anak akan semakin terampil.
  1. games atau permainan
permainan ini menggunakan alat tertentu yang menggunakan perhitungan atau skor, bisa dilakuakn oleh anak sendiri atau dengan temannya . permainan ini banyak sekali jenisnya baik yang tradisional maupun yang modern, misalnya ular tangga, cangklok, puzzle, dan lain-lain.
  1. unoccupied behavior
pada saat tertentu anak sering terlihat mondar-madir, tersenyum, tertawa, jinjit-jinjit, bungkuk-bungkuk, memainkan kursi, meja atau apa saja yang ada disekelilingnya, jadi sebenarnya anak tidak memainkan alat permainan tertentu tetapi situasi atau obyek disekelilingnya yang digunakannya sebagai alat permainan. Anak tampak senang, gembira dan asik dengan situasi serta lingkungan tersebut.
  1. dramatic play
pada permainan ini anak memainkan peran sebagai orang lain melalui permainannya. Anak berceloteh ambil berpakaian meniru orang dewasa misalnya guru, ibunya, ayahnya, kakaknya dan sebagainya yang ingin dia tiru. Apabila anak bermain dengan temannya akan terjadi percakapan diatara mereka tentang peran orang yang mereka tiru. Permainan ini penting untuk proses identifikasi anak terhadap peran tertentu.
KLASIFIKASI BERMAIN BERDASARKAN KARAKTER SOSIAL
    1. onlooker play
pada jenis permainan ini, anak hanya mengamati temannya yang sedang bermain tanpa ada inisiatif untuk ikut berpartisipasi dalam permainan. Jadi anak tersebut bersifat pasif tetapi ada proses pengamatan terhadap permainan yang sedang dilakukan temannya.
    1. solitary play
pada permainan ini anak tampak berada dalam kelompok permainan tetapi anak bermain sendiri dengan alat permainan yang dimilikinya dan alat permainan tersebut berbeda dengan alat permainan yang digunakan temannya, tidak ada kerja sama ataupun komunikasi dengan teman sepermainannya.
    1. paralel play
pada permainan ini anak akan dapat menggunakan alat permainan yang sama tetapi antara anak satu dengan anak yang lain tidak ada sosialisasi satu sama lain.
    1. associative play
pd permainan ini sudah terjadi komunikasi antara satu anak dengan anak yang lain tetapi tidak terorganisasi, tidak ada pemimpin atau yang memimpin permainan dan tujuan permainan tidak jelas, contoh permainan ini adalah bermain boneka, hujuan-hujanan dan masak-masakan.
    1. cooperative play
aturan permainan dalam kelompok tampak lebih jelas pada permainan jenis ini, tujuan dan pemimpin permainan. Anak yang memimpin permainan mengatur dan mengarahkan anggotanya untuk bertidak dalam permainan sesuai dengan tujuan yang diharapkan dalam permainan tersebut. Misalnya pada permainan sepak bola, ada anak yang memimpin permainan, aturan main harus dapat mencapai tujuan bersama yaitu memenangkan permainan dengan memasukkan bola ke gawang lawan mainnya.
KLASIFIKASI BERMAIN BERDASARKAN KELOMPOK USIA ANAK
  1. anak usia bayi
permainan untuk anak usia bayi dibagi menjadi bayi usia 0-3 bulan, 4-6 bulan dan 7-9 bulan. Permainan yang sesuai dngan anak usia bayi adalah social efektive play & sense of pleasure play. Permainan yang baik bagi bayi adalah permainan yang berfungsi sebagai stimulasi perkembangan bayi :
    • stimulasi visual, warna terang dan cerah
    • stimulasi pendengaran, lonceng, musik, gemerincing
    • stimulasi sentuhan, belaian, sentuhan
    • stimulasi kinetik : mainan yang ditarik atau didorong
  1. anak usia todler ( > 1 thun s.d 3 tahun )
permainan yang sesuai untuk anak usia toddler adalah solitary play dan parallel play, contoh : boneka, kerteta tarik, alat masak, bola berbagai ukuran, buku cerita bergambar, crayon, pasir, tanah, laut
  1. anak usia prasekolah ( > 3 tahun s.d 6 tahun )
permainan yang sesuai untuk anak usia prasekolah adalah assosiative play, dramatic play, skill play. Permainan yang menggunakan kemampuan motorik ( skill play ) banyak dipilih anak usia prasekolah. Contoh : sepeda roda tiga, alat masak, olahraga, berenang, balok berbagai ukuran, alat hitung, crayon, buku gambar dengan kalimat sederhana, boneka tangan, mobil, kapal terbang.
  1. anak usia sekolah ( 6 s.d 12 tahun )
karakteristik permainan untuk anak usia sekolah dibedakan menurut jenis kelaminnya. Permainan yang sesuai untuk anak usia sekolah adalah cooperative play. Contoh 6-8 tahun : puzzel, kartu, buku, alat melukis, sepeda. 8-12 tahun : buku, koleksi perangko, kartu, olahraga, pekerjaan tangan.
  1. anak usia remaja ( 13 s.d 18 tahun )
pada prinsipnya bermain tidak hanya sekedar mencari kesenangan dan meningkatkan perkembangan fisioemosional, tetapi juga lebih mengarah menyalurkan minat, bakat, dan aspirasi serta membantu remaja untuk menemukan identitas pribadinya. Bentuk permainan bersifat terapiutik, contoh : olahraga, musik, menggambar/melukis, permainan video/komputer, drama.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS BERMAIN
1. tahap pekembangan anak
aktivitas yang dilakukan anak yang tepat sesuai dengan tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak, tentunya permainan anak usia bayi tidak lagi efektif untuk pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah. Demikian juga sebaliknya karena pada dasarnya permainan adalah alat stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak, dengan demikian orangtua dan perawat harus mengetahui dan memberikan jenis permainan yang tepat untuk setiap tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak ( supartini )
2. status kesehatan anak
untuk melakukan aktivitas bermain diperlukan energi walaupun demikian bukan berarti anak tidak perlu bermain pada saat sedang sakit, kebutuhan bermainpada anak sama halnya dengan kebuthan bekerja pada orang dewasa, yang penting pada saat kondisi anak sedang menurun atau terkena sakit bahkan dirawat dirumah sakit, orang
3. lingkungan yang mendukung
terselenggaranya aktivitas bermain yang baik untuk perkembangan anak salah satinya dipengaruhi oleh nilai moral, budaya dan lingkunan fisik rumah, keyakinan keluarga tentang moral dan budaya juga mempengaruhi bagaimana anak dididik melalui permainan. Fasilitas bermain tidak selalu harus yang dibeli di toko atau mainan yang sudah jadi tapi yang diutamakan bisa menstimulasi imajinasi dan kreativitas anak, bahkan sering kali mainan tradisional yang dibuat sendiri dari benda” sekitar kehidupan anak akan lebih merangsang anak untuk kreatif, ementara lingkungan fisik sekitar rumah lebih banyak mempengaruhi ruang gerak anak untuk melakukan aktivitas fisik dan motorik. Lingkungan rumah yang cukup luas untuk bermain memungkinkan anak untuk mempunyai cukup ruang gerak untuk bermain, berjalan, mondar-mandir, berlari, melompat dan bermain dengan teman ekelompoknya.
4. alat dan jenis permainan yang cocok
orang tua harus bijaksana memberikan alat permainan kepada anak, pilih yang sesuai dengan tahapan tumbang anak. Label yang tertera pada mainan harus dibaca terlebih dahul sebelum membelinya, apakah minan tersebut sesuai dengan usia anak. Alat permainan yang harus didorong dan ditarik dan dimanipulasi akan mengajarkan anak untuk dapat mengembangkan kemampuan dan koordinasi alat gerak. Permainan membantu anak untuk meningkatkan kemampuan dalam mengenal norma dan aturan serta aturan interaksi sosial dengan orang lain.
PENGARUH BERMAIN BAGI PERKEMBANGAN ANAK
  1. perkembangan fisik
bermain aktif penting bagi anak untuk mengembangkan otot dan melatih seluruh bagian tubuhnya, bermain juga berfungsi sebagaipenyaluran tenaga yang berlebihan yang bila terpendam terus akan membuat anak tegang, gelisah dan mudah tersinggung
  1. dorongan berkomonikasi
agar dapat bermain dengan baik bersama yang lain anak harus belajar berkomunikasi dalam arti mereka dapat mengerti dan sebaliknya mereka harus belajar mengertia apa yang dikomunikasikan anak lain
  1. penyaluran energi bagi emosi yeng terpendam
bermain merupakan sarana bagi anak untuk menyalurkan ketegangan yang disebabkan oleh pembatasan lingkungan terhadap perilaku manusia
  1. penyaluran kebutuhan dan keinginan
kebutuhan dan keinginan yang tidak dapat dipenuhi dengan cara lain seringkali dapat dipenuhi dengan bermain. Anak yang tidak mampu mencapai peran pemimpin dalam kehidupan nyata mungkin akan memperoleh pemenuhan keinginan itu dengan menjadi pemimpin tentara mainan
  1. sumber belajar
bermain memberi kesempatan untuk mempelajari hala melali buku, televisi, atau menjelajah lingkungan yang tidak diperoleh anak dari belajar di rumah atau di sekolah
  1. rangsangan bagi kreativitas
melalui eksperimentasi dalam bermain anak” menemukan bahwa merancang sesuatu yang baru dan berbeda dapat menimbulkan kepuasan, selanjutnya mereka dapat mengalihkan minat kreativitasnya ke situasi diluar dunia bermain.
  1. perkembangan wawasan diri
dengan bermain anak mengetahui tingkat kemampuannya dibandingkan dengan temannya bermain. Ini memungkinkan mereka untuk mengembangkan konsep dirinya dengan lebih pasti dan nyata.
  1. belajar bermasyarakat
dengan bermain bersama anak lain mereka belajar bagaimana membentuk hubungan sosial dan bagaimana menghadapi dan memecahkan masalah yang timbul dalam hubungan tersebut.
  1. standar moral
walaupun anak belajar di rumah dan disekolah tentang apa saja yang dianggap baik dan buruk oleh kelompok tidak ada pemaksaan standar moral paling teguh selain dalam kelompok bermain
  1. belajar bermain sesuai dengan peran jenis kelamin
anak belajar dirumah dan disekolah mengenai apa saja peran jenis kelamin yang disetujui, akan tetapi mereka segera menyadari bahwa mereka juga harus menerimanya bila ingin menjadi anggota kelompok bermain.
  1. perkembangan ciri kepribadian yang diinginkan
oleh hubungan dengan anggota kelompok teman sebaya dalam bermain , anak belajar bekerja sama, murah hati, jujur, sportif dan disukai orang.
BERMAIN DI RUMAH SAKIT
Tujuan
  • melanjutkan tumbuh kembang selama hospitalisasi
  • mengembangkan kreatifitas pengalaman bermain yang tepat
  • beradaptasi efektif terhadap stres karena hospitalisasi
prisip Bermain di Rumah Sakit
  1. tidak banyak memerlukan/mengabiskan energi, singkat, sederhana
  2. pertimbangkan keamanan, serta cross infection
  3. kelompok umur sama
  4. jenisnya tidak bertentangan dengan pengobatan
  5. melibatkan orang tua /keluarga
keuntungan Bermain di Rumah Sakit
    • meningkatkan hubungan perawat-klien
    • memulihkan kemandirian
    • mengekspresiakan rasa tertekan
    • meningkatkan penguasaan pengalaman yang teraapiutik
    • menurunkan stres
    • membina prilaku positif di rumah sakit
    • alat komunikasi perewat-klien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar