Minggu, 30 Juli 2017

INHALASI OKSIGEN



BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar belakang
Pemenuhan kebutuhan oksigenisasi adalah bagian dari kebutuhan fisiologis (hurarki maslow). kebutuhan oksigen diperlukan untuk proses kehidupan, oksigen sangat berperan dalam proses metabolisme tubuh, kebutuhan oksigen dalam tubuh harus dipenuhi karena apabila kebutuhan dalam tubuh berkurang, maka terjadi kerusakan pada jaringan otak.dan apabila hal tersebut terjadi berlangsung lama akan mengakibatkan kematian. proses pemenuhan kebutuhan pada manusia dpat dilakukan dengan cara pemberian oksigen melalui saluran pernapasan dan sumbatan yang menghalangi masuknya oksigen, memulihkan dan memperbaiki orgn pernapasan agar dapat berfungsi secara normal kembali.pemenuhan kebutuhan oksigen dalam pelayanan keperawatan dapat dilakukan dengan pemberian oksigen dengan menggunakan nasal kanul.

  1. Tujuan
tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain :
1.    Agar bisa lebih paham dan mengerti dalam tehnik pemasangan oksigen.
2.    Agar dapat memenuhi kebutuhan dasar pasien yang behubungan dengan oksigenisasi. 
3.    Membuka wawasan mengenai konsep pemenuhan oksigenisai..
4.    Memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah kebutuhan dasar manusia 2(KDM2)


BAB II
PEMBAHASAN
  1. Pengertian
Oksigenisasi adalah pemasangan oksigen yang di berikan pada pasien untuk mengatasi masalah pernapasan. misalnya pada penderita asma, bronkopneumonia, pasien tidak sadar, pasien penyakit jantung, dll.
Oksigen merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme sel. sebagai hasilnya terbentuklah CO2 yang melebihi batas normal pada tubuh akan memberikan dampak yang cukup bermakna terhadap aktifitas sel.
Oksigenisasi adalah  pemberian tambahan aliran gas oksigen lebih dari 20% pada tekanan/Atm. sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam darah pada kondisi klien yang membutuhkan.
Pengertian pemenuhan oksigen melalui nasal kanul yaitu Memberikan oksigen dengan konsentrasi rendah (24-40%) den: gan kecepatan 2-4 liter per menit.
Kebutuhan fisiologis oksigenisasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang digunakan untuk kelangsungan metabolisme sel tubuh, untuk memeprtahankan hidupnya, dan untuk aktivitas berbagai organ atau sel.apabila lebih 4 menit orang tidak mendapatkan oksigensasiakan merakibat pada kerusakan otak yang tidak dapat di perbaiki dan biasanya pasien akan meninggal.

  1. ANATOMI DAN FISIOLOGIS
Fungsi utama pernapasan adalah memperoleh 02 agar dapat digunakan oleh sel-sel tubuh dan mengeluarkan co2 yang dihasilkan oleh sel.adapun system tbuh yang berperan dalam kebutuhan oksigenisasi terdiri dari:
1.      Hidung
Hidung merupakan organ pernapasan yang letaknya  paling luar.manusia menghirup udara melalui hidung.pada permukaan rongga hidung terdapat rambu-rambu halus dan selaput lender yang berfungsi menyaring udara yang masuk dari debu atau benda lainnya.di dalam rongga hidung terjadi penyesuain suhu dan kelembaban udara sehingga udara yang masuk ke paru-paru tidak terlalu kering ataupun terlalu lembap.udar a bebas tidak hanya mengandung oksigen saja,namun juga gas-gas yang lain.misalnya, karbon dioksida(CO2), belerang(s), dan nitrogen (N2). gas-gas tersebut ikut terhirup,namun hanya oksigen saja yang dapat berkaitan dengan darah. selain sebagai organ pernapasan, hidung juga merupakan indra pembau yang sangat sensitive dengan kemampuan tersebut, manusia dapat terhindar dari menghirup gas-gas yang beracun atau berbau busuk yang mungkinmengandung bakteri an bahan penyakit lainya.dari rongga hidung, udara selanjutnya akan mengalir ke tenggorokan.

2.      tengorokan(trakea)
Merupakan bagian dari organ pernapasan.tenggorokan berupa suatu pipa yang dimulai dari pangkal tenggorokan(laring), batang tenggorokan (trakea) dan cabang batang tenggorokan(bronkus). setelah melewati hidung, udra masuk menuju pangkal tenggoroka (laring) melalui faring. faring terletak di hulu tenggorokan dan merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke tenggorokan. setelah melalui laring,udara selanjutnya menuju ke batang tenggorokan(trakea). pada batang tenggorokan ini terdapat suatu katup epiglottis.katup ini bekerja dengan cara membuka jika bernapas atau berbicara dan menutup pada saat maenelan makanan.adanya katup tersebut,udara akan masuk ke paru-paru dan makanan akan menuju lambung.jika makan sambil berbicara, hal tersebut dapat mengakibatkan makanan masuk ke paru-paru dan tenggorokan. oleh karenanya, hindarilah makan sambil berbicara
.
3.      cabang batang tenggorokan (bronkus)
Cabang batang tenggorokan(bronkus)merupakan cabang dari trakea. bronkus terbagi menjadi dua, yaitu yang menuju paru-paru kanan dan menuju paru-paru kiri. bronkus bercabang lagi menuju bronkiolus. masing-masing cabang tersebut  berakhir pada gelembung paru-paru atau alveolus. alveolus merupakan tempat terjadinya difusi oksigen ke dalam darah. oleh karena itu, dinding alveolus mengandung banyak kapiler darah.

4.      paru-paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada.antara rongga dada dan rongga perut terdapat suatu pembatas yang disebut diafragma.pembatas ini bukan sekedar pembatas,tetapi berperan juga dalam proses pernapasan.paru-paru terbagi menjadi  paru-paru kanan dan paru-paru kiri.
  1. FISIOLOGI PERNAPASAN
·         O2 di udara sisa pembakaran co2
·         inhalasi oleh hidung seluruh tubuh sampai tkt sel
·         udara melewati trakea
·         alveoli jantung
·         pertukaran gas ikatan
·         pembuluh kapiler O2 dan pelepasan CO2.

  1. Proses pemenuhan kebutuhan oksigenisasi di dalam tubuh terdiri atas tiga tahapan:
1.      Vertilisasi
Proses keluar dan masukknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer .proses ventilisasi di pengaruhi oleh:
·         adanya konsentrasi oksigen di atmosfer
·         adanya kondisi jalan nafas yang baik.
·         adanya kemampuan toraks dan alveoli pada paru-paru dalam melaksanakan ekspansi atau kembang kempis.
·         Pusat pernafasan,yaitu medulla oblongata dan pons,di pengaruhi oleh proses vertilisasi.
2.      Refusi
Penyaluran oksigen oleh darah keseluruh kapiler pulmonalis
3.      Difusi
Pertukaran antara oksigen dari alveoli ke kapiler paru-paru dan karbon dioksida dari kapiler ke alveoli.poes ini dipengaruhi oleh:
a.       Luasnya permukaan paru-paru
b.      tebal membran respirasi/permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial.
c.       perbedaan tekanan dan konsentrasi oksigen.afinitas gas yaitu kemampuan untuk menebus dan saling mengikat Hb.
4.      transportasi
proses pendistribusian antara  oksigen kapiler ke jaringan tubuh dan karbon dioksida jaringan tubuh ke kapiler.

  1. jenis pernapasan
1.      pernapasan eksternal
Pernapasan eksternal merupakan proses masuknya O2 dan keluanya CO2 dari tubuh,sering disebut sebagai pernapasan biasa.proses pernapasan ini dimulai dari masuknya oksigen melalui hidung dan mulut pada waktu benapas,kemudian oksigen masuk melalui trakea dan pipa bronchil ke alveoli,lalu oksigen akan menebus membrane yang akan diikat oleh Hb sel darah merah dan di bawa ke jantung.

2.      pernapasan internal
Pernapasan imternal merupakan prose terjadinya pertukaran gas antar sel jaringan dengan cairan sekitarnya yang sering melibatkan proses semua hormone termasuk derivate catecholamine dapat melebarkan saluran pernapasan.

  1. Tujuan pemakaian nasal kanul :
1.      untuk memberikan oksigen dengan knsentrasi relative rendah saat kebutuhan oksigen minimal .
2.      memberikan oksigen yang tidak terputus saat klien makan dan minum
3.      mengatasi terjadinya hipoksia

  1. Indikasi
Efektif diberikan pada klien yang mengalami :
1.      gagal nafas
Ketidak mampuan tubuh dalam mempertahankan tekanan parsial normal O2 dan CO2 di dalam darah ,disebabkan oleh ganguan pertukaran  O2 dan CO2 sehinga system pernapasan tidak mampu memenuhi metabolisme tubuh

2.      gangguan jantung (gagal jantung )
Ketidakmampuan jantung untuk memompa darahdalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap nutrient dan oksigen.

3.      kelumpuhan alat pernafasan
suatu keadaan di mana terjadi kelumpuhan pada alat pernapasan untuk memenuhi kebutuhan oksigen karena kehilangan kemampuan ventilasi secara adekuat sehingga terjadi kegagalan pertukaran gas O2 dan CO2
4.      perubahan pola nafas
Hipoksia adalah kondisi simtoma kekurangan oksigen pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian.Pada kasus yang fatal dapat berakibat koma, bahkan sampai dengan kematian. Namun, bila sudah beberapa waktu, tubuh akan segera dan berangsur-angsur kondisi tubuh normal kembali.

5.      keadaan gawat(misalnya koma)
Pada keadaan gawat,missal pada pasien koma tidak dapat mempertahankan sendiri jalan napas yang edekuat sehingga mengalami penurunan oksigenisasi.

6.      trauma paru
Paru-paru sebagai alat pernapasan,jika terjadi benturan atau cedera akan mengalami gangguan untuk melakukan inspirasi dan ekspirasi.

7.      Metabolisme yang meningkat:luka bakar
Pada luka bakar ,konsumsi oksigen oleh jaringan akan meningkat dua kali lipat sebagai akibat dari keadaan hipermetabolisme.

8.      post operasi
Setelah operasi,tubuh akan kehilangan banyak darah dan pengaruh dari obat bius akan mempengaruhialiran darah ke seluruh tubuh,sehingga sel tidak mendapat asupan oksigen yang cukup.

9.      keracunan karbon di oksida
Keberadaan CO2 di dalam tubuhakan sangat berbahaya jika dihirup karena akan menggantikan posisi O2 yang berkaitan dengan hemoglobin dalam darah.

  1. Factor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigenisasi :
1.      faktor fisiologis
Gangguan pada fungsi fisiologis akan berpengaruh terhadap kebutuhan oksigen seseorang.kondisi ini lambat laun dapat memepengaruhi fungsi pernapasanya .
2.      status kesehatan
Pada seseorang yang sehat,system pernapasan dapat menyediakan kadar oksigen yang cukup untuk mememnuhi kebutuhan tubuh.

3.      Lingkungan
Tempat kerja,suhu dan ketinggian

4.      Gaya hidup
Misalnya nutrisi,exercise,merokok,sering cemas berlebihan

*Persiapan alat*
1. Kanula hidung
2. Selang oksigen
3. Humidifier
4. Cairan steril
5. Tabung oksigen dengan flometer
6. plester

PROSEDUR KERJa
No.
1.






2.









3.

Fase pre interaksi (fase persiapan)






Fase orientasi (tahap perkenalan)









Fase Kerja
Prosedur Kerja
Mencuci tangan
Memakai sarung tangan
Menatur posisi semi fowler
Membersihkan hidung

Mengecek humidifier
Menyambung selang binasal kanul oksigen ke hukidifier
Membuka flowmeter dengan ukuran yang diindtruksikan
Mengecek adanya aliran oksigen pada daerah yang sensitive
Memasang binasal kanul
Menanyakan kenyamanan pasien

Merapikan pasien
Melepaskan sarung tangan
Mencuci tangan

FASE TERMINASI
MELAKUKAN EVALUASI TIDAKAN
MENYAMPAIKAN RENCANA TINDAK LANJUT
BERPAMITAN DAN BERTERIMAKASIH

Sebelum berjumpa dengan pasien sebaiknya perawat mengetahui terlebih dahulu,identitas,alamat,pekerjaan,dan penyakit. Yang saat ini di alami pasien,sehingga perawat pada tahap ini secara tidak langsung sudah berkenalan dengan pasien
Pada tahap ini perawat sudah datang dan bertatap langsung dengan pasien dengan melihat kondisinya secara langsung fase ini di sebut sebagai fase perkenalan.pada tahap ini walaupun kita telah mengetahui nama pasien akan tetapi agar lebih mendekat sebaiknya kita kembali menanyakan nama pasien,inilah titik awal kerja sama antara perawat dan pasien.

Rasional
Agar tangan tetap steril dan bersih
Agar tetap steril
Agar pasien merasa nyaman
Agar mempermudah jalan masuk dan keluarnya oksigen
Agar melegakan sistem pernafasan
Mempersiapkan alat-alat sebelum dipakai
Mengatur alat-alat sebelum di gunakan sesuai dengan instruksi yang ada.
Agar dapat memastikan bahwa oksigen siap dipakai atau tidak.
Sebagai tempat mengalirnya oksigen
Membantu pasien dalam proses kenyamanan.
Mengembalikan pasien ke keadaan semula  Agar pasien merasa aman dan nyaman.



BAB III
PENUTUP
  1. KESIMPULAN
Oksigen adalah merupakan kebutuhan dasar manusia yang digunakan untuk kelangsungan metabolise sel tubuh,untuk memeprtahankan hidupnya,dan untuk aktivitas berbagai organ atau sel

  1. SARAN
Saran-saran dari kami adalah sbb:
·         Agar mahasiswa  lebih memahami tentang pemenuhan oksigen melalui nasal kanula
·         Mahasiswa dapat mendukung mata kuliah KDM
Jadi disarankan kepada mahasiswa ketika ingin berkreasi dalam perkuliahan atau dalam situasi apapun harus memperhatikan tentang pemenuhan oksigenisasi.
DAFTAR PUSTAKA
  • Wells, B.G., Dipiro, J.T., Schwinghammer, T.L., Hamilton,C.W., 2003, Pharmacotheraphy Handbook, fifth Ed, McGraw-Hill Companies, USA.
  • Ikawati, Zulies, 2006, Farmakoterapi Penyakit Sistem Pernafasan, Fakultas Farmasi UGM, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar